Detail Berita

Rektor ITK Ungkap Makna KRTI 2026: Bukan Sekadar Menjadi Tuan Rumah, tetapi Menumbuhkan Inovator Muda Indonesia

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 22 September 2026 7.52 17 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

 IKN – Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan merancang dan mengembangkan wahana terbang tanpa awak. Bagi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah, kompetisi ini memiliki makna yang lebih besar: menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda sekaligus bagian dari upaya mempersiapkan kemandirian teknologi Indonesia di masa depan.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan menegaskan bahwa perkembangan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) saat ini telah melampaui penggunaannya sebagai perangkat hobi. UAV telah menjadi instrumen penting yang digunakan di berbagai sektor kehidupan, mulai dari pertahanan dan keamanan negara, pemetaan tata ruang, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan hidup, hingga logistik dan pertanian cerdas.

“Teknologi UAV hari ini bukan lagi sekadar alat hobi, melainkan instrumen krusial dalam berbagai sektor kehidupan,” ungkap Rektor ITK dalam sambutannya pada penyelenggaraan KRTI 2026.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat kemampuan mahasiswa dalam merancang dan mengembangkan teknologi UAV memiliki arti yang semakin strategis. Apa yang dikerjakan para peserta selama proses persiapan dan kompetisi tidak hanya menjadi bagian dari perlombaan, tetapi juga menjadi latihan nyata dalam membangun kemampuan teknologi bangsa.

“Melalui inovasi yang kalian ciptakan hari ini, kalian sedang mempersiapkan fondasi kemandirian teknologi Indonesia di masa depan,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu makna penting KRTI 2026 bagi ITK. Di balik setiap wahana yang diterbangkan, terdapat proses panjang mahasiswa dalam merancang, melakukan pengujian, menemukan kegagalan, memperbaiki sistem, hingga mencoba kembali. Proses itulah yang dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga berani menciptakan dan mengembangkannya.

Sebagai tuan rumah, ITK memandang kepercayaan penyelenggaraan KRTI 2026 sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi di Indonesia.

“Sebagai tuan rumah, Institut Teknologi Kalimantan dan seluruh jajaran sivitas akademika berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan talenta mahasiswa, inovasi, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,” tutur Rektor.

Namun, KRTI 2026 bagi ITK tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan siapa yang berhasil berdiri di podium. Pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga membuka ruang yang lebih luas untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan, dan membangun hubungan yang dapat terus berlanjut setelah kompetisi selesai.

Karena itu, Rektor ITK berharap KRTI tidak hanya melahirkan pemenang berdasarkan hasil penilaian kompetisi, tetapi juga melahirkan hubungan antarmahasiswa dan antarperguruan tinggi yang semakin kuat.

“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara-juara di atas kertas, tetapi juga melahirkan persahabatan, kolaborasi antarperguruan tinggi, dan jejaring yang kuat antarpara inovator muda dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Harapan tersebut menempatkan KRTI sebagai lebih dari sekadar arena adu kemampuan teknologi. Kompetisi ini juga menjadi tempat bertemunya para mahasiswa yang membawa gagasan, pengalaman, dan cara pandang berbeda dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi ITK, pertemuan semacam itu penting karena inovasi tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Teknologi berkembang melalui proses belajar, pertukaran gagasan, kolaborasi, serta keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru.

Menjadi tuan rumah KRTI 2026 pun memiliki makna tersendiri bagi ITK. Tidak hanya menyediakan tempat berlangsungnya kompetisi, tetapi juga ikut menyediakan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk menguji kemampuan, memperluas jejaring, dan melihat lebih jauh bagaimana teknologi yang mereka kembangkan dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, KRTI 2026 diharapkan meninggalkan lebih dari sekadar catatan tentang tim yang berhasil menjadi juara. Dari kompetisi ini, diharapkan tumbuh pengalaman baru, persahabatan, jejaring antarkampus, serta semangat untuk terus mengembangkan teknologi Indonesia.

Bagi ITK, ketika para peserta kembali ke kampus masing-masing, yang dibawa pulang tidak hanya pengalaman kompetisi, tetapi juga keyakinan bahwa inovasi yang mereka kerjakan hari ini dapat menjadi bagian dari fondasi teknologi Indonesia di masa depan

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Rektor ITK Ungkap Makna KRTI 2026: Bukan Sekadar Menjadi Tuan Rumah, tetapi Menumbuhkan Inovator Muda Indonesia

Rektor ITK Tegaskan KRTI 2026 Bukan Sekadar Kompetisi, tetapi Fondasi Kemandirian Teknologi Indonesia

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Bertanding di Rumah Sendiri, Pandhega Daksa ITK Bawa Semangat Tuan Rumah di Final KRTI 2026

Pandhega Daksa ITK Bawa Semangat Tuan Rumah di Final KRTI 2026

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami