Detail Berita

Dari Lahan Kosong Jadi Produktif, Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Sosial untuk Warga

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 16 Juli 2026 9.11 22 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan- Lahan kosong tidak selalu harus dibiarkan terbengkalai. Di tangan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK), lahan di lingkungan Perumahan Atlantic Village diolah menjadi ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi tempat belajar bersama tentang pengelolaan lingkungan.

Melalui program Inovasi Sosial, mahasiswa mengajak masyarakat memanfaatkan lahan dengan menanam sejumlah komoditas, seperti cabai, terong, dan jeruk. Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan menanam, tetapi juga menggabungkan sistem pengairan sederhana, pengelolaan sampah plastik, serta pembuatan lubang biopori.

Kegiatan tersebut dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu polikultur, pengairan, bank sampah, dan biopori. Keempatnya dirancang agar dapat diterapkan secara sederhana dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah program mahasiswa selesai. Pada sistem polikultur, beberapa jenis tanaman ditanam dalam satu area untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Cara ini juga membantu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan keanekaragaman tanaman, serta menghasilkan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan warga.

Mahasiswa turut menghadirkan sistem pengairan sederhana agar air dapat tersalurkan secara lebih merata ke tanaman. Selain membantu pertumbuhan tanaman, sistem tersebut diharapkan dapat menghemat penggunaan air, waktu, dan tenaga masyarakat dalam melakukan perawatan.

Sementara itu, keberadaan bank sampah menjadi upaya untuk membangun kebiasaan memilah sampah anorganik, terutama botol plastik. Sampah yang sebelumnya hanya dibuang dapat dikumpulkan, dimanfaatkan kembali, atau didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan. Pembuatan lubang biopori juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Biopori berfungsi meningkatkan daya serap air, mengurangi potensi genangan, sekaligus membantu mengolah sampah organik menjadi kompos alami di dalam tanah.

Program ini tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Mahasiswa juga melakukan sosialisasi dan pendampingan agar masyarakat memahami cara merawat tanaman, menggunakan sistem pengairan, memilah sampah, serta menjaga keberlanjutan program. Di bawah bimbingan Arlita Dwi Agustine, S.Si., M.T., kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, bekerja bersama masyarakat, dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa ITK berharap lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat berkembang menjadi sumber pangan produktif, sementara kebiasaan mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Program ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi yang rumit. Dari menanam, mengatur aliran air, memilah sampah, hingga membuat biopori, langkah sederhana dapat memberi dampak nyata ketika dijalankan secara konsisten dan bersama-sama.

Berita Terbaru

Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

Dari Lahan Kosong Jadi Produktif, Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Sosial untuk Warga

Mahasiswa ITK Dorong Lahan Produktif dan Pengelolaan Sampah melalui Inovasi Sosial

Example_News.webp Prestasi
Example_News.webp Inovasi

Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Keranjang Rotan Palangkaraya, Angkat Potensi Lokal Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Mahasiswa ITK Memberdayakan Pengrajin Lokal melalui Inovasi Keranjang Rotan Berkelanjutan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami