Detail Berita

Dua Tim Mahasiswa ITK Lolos Pendanaan PKM 2026, Usung Inovasi Konservasi Hutan dan Ketahanan Pangan

Humas ITK 25 Mei 2026 10.02
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua tim mahasiswa ITK berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITK terus menunjukkan kapasitasnya dalam menghasilkan gagasan kreatif, inovatif, dan solutif terhadap berbagai persoalan nyata di masyarakat. Melalui PKM 2026, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu merancang ide, tetapi juga mengembangkan karya berbasis riset, teknologi, dan kebermanfaatan sosial.

Pada tahun ini, dua proposal dari ITK berhasil lolos pendanaan, masing-masing melalui bidang PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) dan PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Kedua judul tersebut mengangkat isu strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah, yakni pengembangan pangan berbasis sumber daya hayati lokal serta pemanfaatan teknologi untuk konservasi hutan berkelanjutan.

Eksplorasi Senggani untuk Menjaga Mutu Pindang Ikan Tongkol

Tim pertama lolos melalui skema PKM-RE 2026 dengan judul “Eksplorasi Komponen Bioaktif Buah dan Daun Senggani (Melastoma malabathricum) serta Efektivitasnya dalam Mencegah Kemunduran Mutu Pindang Ikan Tongkol (Euthynnus affinis).”

Tim ini diketuai oleh Clausi Aulya Putri dari Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023. Dalam pelaksanaannya, Clausi berkolaborasi bersama Nasywa Nus Giga dari Teknologi Pangan angkatan 2023, Silfiana dari Teknologi Pangan angkatan 2024, dan Yuliana Galuh dari Teknologi Pangan angkatan 2024.

Riset ini berfokus pada pemanfaatan buah dan daun senggani sebagai sumber komponen bioaktif yang berpotensi membantu mempertahankan mutu pindang ikan tongkol. Inovasi tersebut menjadi penting karena ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila tidak ditangani dengan baik.

Melalui penelitian ini, tim mahasiswa ITK berupaya menggali potensi bahan alami lokal untuk mendukung ketahanan pangan, keamanan pangan, serta pengembangan teknologi pengawetan yang lebih ramah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tim ini berada di bawah bimbingan Yuvita Lira Vesti Arista, S.TP., M.Si.

EcoGuardian, Teknologi Deteksi Penebangan Hutan Ilegal Berbasis LoRa dan Deep Learning

Tim kedua lolos melalui skema PKM-KC 2026 dengan judul “EcoGuardian: Sistem Terpadu Deteksi Penebangan Hutan Ilegal dengan LoRa dan Deep Learning untuk Konservasi Hutan Berkelanjutan di Kalimantan Timur.”

Tim ini diketuai oleh Akbar Juniarta Shaleh dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2023. Ia tergabung bersama Muhamad Ihsan dari Teknik Elektro angkatan 2023, Fitri Mulyani dari Teknik Elektro angkatan 2024, dan Muhammad Risky Novaldi dari Teknik Elektro angkatan 2023.

EcoGuardian dirancang sebagai sistem terpadu untuk membantu mendeteksi aktivitas penebangan hutan ilegal melalui integrasi teknologi LoRa dan deep learning. Gagasan ini menjadi sangat relevan bagi Kalimantan Timur sebagai wilayah yang memiliki kawasan hutan luas dan peran strategis dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Dengan pendekatan teknologi, EcoGuardian diharapkan dapat menjadi solusi awal dalam penguatan sistem pemantauan lingkungan. Inovasi ini tidak hanya menonjol dari sisi rekayasa teknologi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya konservasi hutan, perlindungan ekosistem, dan pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab persoalan lingkungan. Tim ini dibimbing oleh Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., Ph.D.

Mahasiswa ITK Tunjukkan Daya Saing Riset dan Inovasi

Keberhasilan dua tim ITK dalam PKM 2026 menunjukkan bahwa budaya riset dan inovasi mahasiswa terus berkembang. Ide yang diusung tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan nyata, mulai dari kualitas pangan hingga perlindungan lingkungan.

Capaian ini juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing dalam membangun proposal yang terarah, ilmiah, dan berdampak. Melalui pendampingan akademik yang kuat, mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, melakukan eksplorasi ilmiah, serta mengembangkan solusi berbasis multidisiplin.

PKM sendiri menjadi salah satu ajang penting bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, riset, teknologi, dan karya inovatif. Oleh karena itu, keberhasilan lolos pendanaan menjadi langkah awal yang penting bagi tim mahasiswa ITK untuk terus menyempurnakan gagasan dan menghasilkan luaran terbaik.

Langkah Awal Menuju PIMNAS 2026

Setelah dinyatakan lolos pendanaan, kedua tim akan melanjutkan proses pelaksanaan program sesuai skema masing-masing. Tahapan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membuktikan kualitas riset, efektivitas karya, serta dampak inovasi yang telah dirancang.

ITK berharap kedua tim dapat terus menjaga semangat, memperkuat kerja sama, dan menyempurnakan setiap tahapan kegiatan hingga mampu melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika ITK sekaligus pengingat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi untuk masa depan. Melalui riset, teknologi, dan kreativitas, mahasiswa ITK diharapkan terus mampu membawa nama baik kampus di tingkat nasional.

Berita Terbaru

Example_News.webp Akademik

Informatika Goes to IKN: Mahasiswa Kenali Konsep Smart Forest City dan Teknologi Kota Cerdas

Mahasiswa Informatika Kenali Teknologi Kota Cerdas Melalui Studi Ekskursi ke IKN

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami