Detail Berita

Imam Muhammad Hakim: Alumni Teknik Elektro ITK yang Berkarier sebagai Dosen dan Pengembang AI

Humas ITK 25 Juni 2026 15.27 13 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence semakin membuka ruang kontribusi bagi lulusan teknik di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan. Di tengah perkembangan tersebut, Imam Muhammad Hakim, alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Kalimantan (ITK), membangun perjalanan kariernya dengan menggabungkan dunia akademik, riset, dan pengembangan teknologi berbasis AI.

Saat ini, Imam berkarier sebagai Dosen Teknik Elektro di Universitas Mulawarman (UNMUL). Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai AI Engineer di Intellinum Inc, sebuah perusahaan internasional yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan profesionalnya, terutama dalam memahami bagaimana teknologi dikembangkan dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan industri.

Sebagai dosen, Imam tidak hanya mengajar mata kuliah di bidang Teknik Elektro, tetapi juga aktif melakukan penelitian, membimbing mahasiswa dalam tugas akhir, serta mendukung pengembangan proyek teknologi. Di luar aktivitas akademik, ia masih menekuni pengembangan proyek berbasis AI dan computer vision, khususnya untuk kebutuhan riset di bidang kesehatan.

Bagi Imam, perjalanan selama berkuliah di ITK memberikan banyak bekal penting. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia mengerjakan proyek penelitian bersama teman-teman, mengikuti berbagai perlombaan, serta aktif dalam organisasi mahasiswa. Dari pengalaman tersebut, ia belajar tentang kerja sama tim, penyelesaian masalah teknis, hingga keberanian menghadapi tantangan secara langsung.

“Skill yang paling berguna adalah kemampuan problem solving, berpikir analitis, dan kemampuan belajar teknologi baru dengan cepat. Selain itu, pengalaman penelitian, perlombaan, dan pengerjaan proyek juga sangat membantu ketika masuk ke dunia kerja,” ungkap Imam.

Perjalanan dari bangku kuliah menuju dunia kerja juga mengajarkan Imam bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Menurutnya, dunia profesional menuntut kemampuan adaptasi yang cepat, komunikasi yang baik, kerja sama tim, serta kemauan untuk terus belajar. Ilmu yang diperoleh saat kuliah menjadi fondasi, tetapi pengalaman di luar kelas menjadi ruang penting untuk membentuk kesiapan diri.

Salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya adalah ketika ia mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan internasional sebagai AI Engineer. Pengalaman tersebut memberinya wawasan luas tentang dunia industri teknologi. Kini, sebagai dosen, Imam membagikan kembali ilmu dan pengalaman yang telah ia peroleh kepada mahasiswa.

Kepada mahasiswa ITK, Imam berpesan agar tidak takut mencoba hal baru dan tidak hanya terpaku pada teori di kelas. Ia mendorong mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman melalui proyek, organisasi, kompetisi, maupun magang.

“Jangan membatasi dirimu sendiri. Kamu yang mengatur kendali atas dirimu, jadi lakukan yang terbaik,” pesannya.

Kisah Imam Muhammad Hakim menjadi salah satu contoh bahwa lulusan ITK memiliki peluang besar untuk berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari industri teknologi, riset, hingga pendidikan tinggi. Melalui kombinasi kemampuan teknis, pengalaman organisasi, dan kemauan untuk terus berkembang, alumni ITK dapat mengambil peran penting dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak bagi masyarakat.



Berita Terbaru

Example_News.webp Alumni

Imam Muhammad Hakim: Alumni Teknik Elektro ITK yang Berkarier sebagai Dosen dan Pengembang AI

Alumni Teknik Elektro ITK yang Berkarier sebagai Dosen dan Pengembang AI

Example_News.webp Berita

Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) Tenaga Kependidikan ITK, Dipimpin Langsung Rektor ITK

Rektor ITK Pimpin Senam Ling Tien Kung dalam Kegiatan GERMAS

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami