Detail Berita

Inovasi Penelitian Mahasiswa ITK Dorong Pengelolaan Sampah Wisata Berkelanjutan melalui Insinerator di Tanjung Gading KM 12

Ulfa Yuvitri 30 September 2026 9.37 23 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

BALIKPAPAN – Aktivitas pengunjung di Kawasan Wisata Tanjung Gading KM 12 turut meningkatkan timbulan sampah yang harus ditangani oleh pengelola. Sementara itu, keterbatasan fasilitas pengolahan menyebabkan sampah umumnya hanya dikumpulkan dan dibawa keluar kawasan tanpa melalui proses pengolahan di lokasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata. Terlebih, keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar mendorong perlunya pengurangan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.

Untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bersama mahasiswa menghadirkan insinerator sederhana sebagai teknologi tepat guna di Kawasan Wisata Tanjung Gading KM 12. Alat tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi kawasan dan kebutuhan pengelola sebagai sarana pendukung dalam menangani sampah residu di lokasi.

Dirancang Sesuai Kebutuhan Pengelola

Perancangan insinerator diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama pengelola kawasan wisata. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pengelolaan sampah, jenis fasilitas yang tersedia, serta kebutuhan sarana yang dapat diterapkan di lapangan.

Hasil identifikasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan desain dan komponen alat. Dengan pendekatan ini, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga menyesuaikan kemampuan operasional dan kebutuhan pengelola kawasan.

Insinerator menggunakan sistem double barrel yang terdiri atas ruang pembakaran serta dilengkapi ventilasi, cerobong asap, dan komponen keamanan dasar. Rancangan dibuat dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan perawatan agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah sehari-hari.

Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi volume sampah residu yang perlu diangkut keluar kawasan. Penggunaannya tetap perlu didukung dengan pemilahan sampah, penerapan prosedur keselamatan, dan pengoperasian sesuai jenis sampah yang dapat ditangani.

Uji Coba dan Pendampingan Penggunaan Alat

Setelah proses pembuatan selesai, insinerator diuji coba secara langsung di Kawasan Wisata Tanjung Gading KM 12. Uji coba dilakukan untuk memastikan setiap bagian alat dapat berfungsi sesuai rancangan serta mengevaluasi kemudahan pengoperasiannya di lapangan.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa insinerator dapat berfungsi dengan baik dan siap dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah di kawasan wisata. Kehadiran alat ini memberikan pilihan tambahan bagi pengelola dalam menangani sampah residu yang dihasilkan dari aktivitas pengunjung.

Tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai tata cara penggunaan dan perawatan alat. Pendampingan dilakukan agar pengelola dapat mengoperasikan insinerator secara mandiri, memahami prosedur keselamatan, serta melakukan perawatan sederhana untuk menjaga fungsi alat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi yang diberikan tidak berhenti pada proses serah terima. Pengetahuan dan keterampilan pengelola diperlukan agar alat dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan sesuai kebutuhan kawasan.

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Pengelola Wisata

Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2026 ini diketuai oleh Fathiyah Rahmi Hidayat, S.T., M.P.W.K., dengan anggota dosen Khairi Ahza Hail Keliwar, M.P.W.K. dan Iitra Achbar Sahdian, M.T.

Tim mahasiswa diketuai oleh Naufal Nizar R., dengan anggota Adi Prastyo, Andrea Abdul Fatah, Anisa Nasywa, Anugrah Krisna F.G., Dhinya Atus Z., Esti Eliazar, Faishal Yusuf Waluyo, M. Yovie Farietha P., dan Syaifa Maulana Al Kausar.

Keterlibatan mahasiswa memberikan ruang pembelajaran langsung untuk memahami persoalan lingkungan di masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan dalam pengembangan solusi yang relevan. Kolaborasi dengan pengelola juga memastikan inovasi disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kehadiran insinerator sederhana diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah residu yang perlu dibawa keluar kawasan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini menjadi salah satu langkah dalam menjaga Kawasan Wisata Tanjung Gading KM 12 tetap bersih, nyaman, dan terkelola secara berkelanjutan.

Namun, penggunaan insinerator merupakan bagian dari rangkaian pengelolaan sampah dan bukan satu-satunya solusi. Pemilahan sejak sumber, pengurangan sampah sekali pakai, pemanfaatan kembali, daur ulang, serta pengelolaan residu secara aman tetap diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya pengelolaan sampah dan pengurangan dampak lingkungan di kawasan wisata.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui pengurangan dan pengelolaan sampah dari aktivitas wisata. Kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, dan pengelola kawasan turut mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kegiatan ini, ITK menegaskan perannya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan Tanjung Gading KM 12, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah wisata secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

Berita Terbaru

Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

SERVQUAL Mengungkap Kualitas Layanan Pengujian Beton di Laboratorium Terpadu ITK

Penelitian ITK mengevaluasi kualitas layanan pengujian beton untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendukung pembangunan infrastruktur yang andal.

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Srikandi di Langit KRTI, Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami