Detail Berita

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Raih Juara Umum KRTI 2026, Berikut Daftar Pemenang Setiap Divisi

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 26 September 2026 0.18 92 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

IKN – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ditetapkan sebagai Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 dalam Closing Ceremony yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, di Amphiteater, Sentra Massa/Visitor Center, Plaza Ceremony, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penetapan Juara Umum menjadi puncak rangkaian penghargaan KRTI 2026 setelah pembacaan keputusan dewan juri dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari masing-masing divisi. Berdasarkan Berita Acara Hasil Penilaian KRTI Tingkat Nasional Tahun 2026, sebanyak 94 tim mengikuti proses penilaian pada lima divisi, yaitu Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take Off Landing (VTOL), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Technology Development (TD).

Koordinator Dewan Juri, Mona Arif Muda, bersama tim juri menetapkan para pemenang setelah seluruh rangkaian penilaian selesai dilaksanakan. Selain penghargaan Juara I, II, dan III, sejumlah divisi juga memberikan penghargaan khusus untuk aspek performa, desain, keselamatan, strategi, kerja sama tim, inovasi, hingga potensi pengembangan teknologi.

Daftar Pemenang KRTI 2026

Divisi Racing Plane

Juara I: Narash BUV – Universitas Sebelas Maret
Juara II: Gonjong Tujuah AFRG-036 – Universitas Andalas
Juara III: REJETION – Universitas Negeri Yogyakarta
Juara IV: BeladauSerindit – Universitas Riau
Fastest Plane in Single Race: Rasayana – Universitas Gadjah Mada
Best Airmanship and Safety: ABIMANYU – Universitas Islam Indonesia
Best Teamwork: Javistha Asvatara – Institut Teknologi Bandung.

Divisi Fixed Wing

Juara I: BAYUCARAKA ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Juara II: Fiachra – Universitas Gadjah Mada
Juara III: DEWANAGARI – Universitas Negeri Surabaya
Juara Harapan I: Unggeh Tabang AFRG-037 – Universitas Andalas
Juara Harapan II: Cakrawala Team 2 – Universitas Negeri Malang
Best Design: Sky Phoenix – Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Best Team: Seulawah Team – Universitas Syiah Kuala.

Divisi Vertical Take Off Landing (VTOL)

Juara I: Jentayu Copter – Universitas Diponegoro
Juara II: Altigen Krasnala – Institut Teknologi Bandung
Juara III: King Phoenix – Universitas Ahmad Dahlan
Juara Harapan: Jatayu PNB – Politeknik Negeri Bali
Best Design: Sikumbang Api AFRG-038 – Universitas Andalas
Best Strategy: Soerasky – Universitas Telkom
Best Spirit: WISANGGENI – Universitas Negeri Malang.

Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA)

Juara I: BAYUCARAKA ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Juara II: Voyager – Universitas Negeri Yogyakarta
Juara III: Virachakra – Universitas Gadjah Mada
Juara Harapan I: Jentayu LELA – Universitas Diponegoro
Juara Harapan II: ESPYRO-LELA – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Best Prototype: UG AETHER – Universitas Gunadarma
Best Team Work: Akasadhipa – Institut Teknologi Bandung.

Divisi Technology Development (TD)

Juara I: EFRISA TEAM – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Juara II: Atyabrama – Universitas Brawijaya
Juara III: Akasha Seva BUV – Universitas Sebelas Maret
Juara Harapan I: BAYUCARAKA ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Juara Harapan II: Az-Zawra Biantara – Universitas Negeri Yogyakarta
Best Innovation Pitch: Khageswara – Universitas Gadjah Mada
Best Technology Potential: Aksa Vikara – Institut Teknologi Bandung
Best New Comer: Pandhega Daksa – Institut Teknologi Kalimantan.

Juara Umum KRTI 2026

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Capaian ITS sebagai Juara Umum diperkuat melalui prestasi BAYUCARAKA ITS yang meraih Juara I Divisi Fixed Wing, Juara I Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA), serta Juara Harapan I Divisi Technology Development.
Perwakilan ITS menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dijalani tim sejak tahun sebelumnya. Berbagai hasil yang belum sesuai harapan menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan riset, belajar, dan menyempurnakan wahana hingga akhirnya memperoleh hasil terbaik di KRTI 2026.

“Perjalanan kami sampai di titik ini cukup panjang. Sejak tahun lalu kami terus melakukan riset, belajar dari hasil yang belum sesuai harapan, dan melakukan berbagai perbaikan. Prosesnya tentu melelahkan, tetapi semua terbayarkan ketika kami bisa berada di IKN dan meraih hasil yang selama ini kami impikan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kami. Semoga capaian ini menjadi semangat bagi kami untuk terus belajar, berkembang, dan menghasilkan inovasi yang lebih baik ke depannya.”

Penetapan para pemenang merupakan hasil dari rangkaian penilaian terhadap kemampuan tim dalam merancang, mengembangkan, dan mengoperasikan wahana sesuai dengan ketentuan serta misi pada masing-masing divisi. Berdasarkan Berita Acara KRTI 2026, proses penilaian melibatkan 20 anggota tim juri yang berasal dari perguruan tinggi, industri, Federasi Aero Sport Indonesia, ASTTA, Institut Teknologi Kalimantan, serta TNI AU Dhomber.

Secara keseluruhan, 36 penghargaan diberikan pada lima divisi KRTI 2026, meliputi juara utama, juara harapan, serta penghargaan khusus pada masing-masing kategori. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap performa teknis, desain, keselamatan, strategi, kerja sama tim, inovasi, hingga potensi teknologi yang dikembangkan oleh para peserta.

KRTI 2026 menjadi bagian dari upaya pembinaan mahasiswa di bidang robotika, teknologi penerbangan tanpa awak, serta pengembangan sistem Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Kompetisi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan teknis melalui proses perancangan, pengujian, penyempurnaan sistem, hingga penyelesaian berbagai persoalan secara langsung di lapangan.

Keberagaman penghargaan yang diberikan menunjukkan bahwa pengembangan wahana udara nirawak tidak hanya dinilai berdasarkan keberhasilan menyelesaikan misi. Aspek keselamatan, desain, strategi, inovasi, kerja sama, hingga kemampuan pengembangan teknologi turut menjadi bagian penting dalam kompetisi.

Keberhasilan para pemenang KRTI 2026 diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi setelah kompetisi berakhir. Teknologi UAV yang dikembangkan mahasiswa memiliki peluang untuk terus disempurnakan dan diarahkan pada berbagai kebutuhan masyarakat, industri, serta pembangunan nasional.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Srikandi di Langit KRTI, Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami