Detail Berita

ITK Raih Pendanaan Diaspora Berdampak Batch 2, Perkuat Kolaborasi Riset Kebencanaan bersama Kobe University

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 13 Agustus 2026 14.56 75 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali memperluas jejaring kolaborasi internasional melalui keberhasilan memperoleh pendanaan Program Diaspora Berdampak Batch 2. Program ini mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Riset Kebencanaan untuk Keberlanjutan Ibu Kota Negara” dengan melibatkan mitra diaspora dari Kobe University, Jepang.

Program tersebut diinisiasi oleh Ariyaningsih sebagai pengusul sekaligus koordinator kegiatan. Dalam pelaksanaannya, ITK berkolaborasi dengan Dr. Mizan Bustanul Fuady Bisri, Ph.D., akademisi Indonesia yang berafiliasi dengan Graduate School of International Cooperation Studies (GSICS), Kobe University, sekaligus Senior Researcher di Asian Disaster Reduction Center (ADRC), Jepang.

Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kapasitas dan kerja sama riset di bidang manajemen serta pengurangan risiko bencana, terutama dalam menghadapi risiko ekologis dan hidrometeorologis yang berkaitan dengan transformasi wilayah Kalimantan Timur dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelaksanaan program juga akan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, pimpinan ITK, dosen muda, serta peneliti lintas disiplin, khususnya dari bidang Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Mahasiswa turut dilibatkan dalam berbagai aktivitas akademik, penyusunan publikasi, hingga kunjungan lapangan.

Sejumlah agenda telah dirancang untuk memperkuat ekosistem riset kebencanaan di ITK, mulai dari kuliah umum mengenai mitigasi bencana, diskusi penyusunan roadmap riset, kunjungan lapangan ke wilayah penyangga dan delineasi IKN, Workshop Research Management and International Collaboration, hingga penyusunan proposal riset internasional.

Program ini tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan luaran konkret untuk mendukung keberlanjutan kolaborasi. Target yang direncanakan antara lain Roadmap Riset Kebencanaan ITK periode 2026–2029, dokumen Collaboration Plan dan Commitment Letter, serta minimal satu manuskrip publikasi bersama yang siap diajukan ke jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.

Selain itu, tim menargetkan penyusunan joint research proposal yang siap diarahkan pada berbagai skema pendanaan internasional, seperti e-ASIA Joint Research Program (JRP), JASTIP, maupun Kurita. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama riset yang lebih luas antara ITK dan jejaring akademik internasional.

Ariyaningsih berharap Program Diaspora Berdampak tidak berhenti sebagai kunjungan akademik maupun kegiatan jangka pendek, tetapi menjadi titik awal terbentuknya kolaborasi riset yang berkesinambungan.

“Harapannya program ini tidak berhenti pada kunjungan akademik atau kegiatan jangka pendek, tetapi menjadi pintu masuk bagi kolaborasi riset yang berkelanjutan antara Institut Teknologi Kalimantan dan jejaring akademik di Jepang,” ungkapnya.

Keberhasilan memperoleh pendanaan Diaspora Berdampak Batch 2 menjadi salah satu langkah ITK dalam memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan jejaring global, sekaligus menghadirkan kontribusi keilmuan yang relevan dengan tantangan pembangunan Kalimantan Timur dan IKN. Melalui kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan diaspora Indonesia, ITK diharapkan semakin berperan dalam menghasilkan riset kebencanaan yang berdampak bagi pembangunan wilayah yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak
Example_News.webp Internasional

Diaspora Berdampak, ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami