Balikpapan, Juni 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di RT. 45, Balikpapan Utara. Dipimpin oleh dosen dari Program Studi Matematika, Retno Wahyu Dewanti, tim yang terdiri dari mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Industri ini berinovasi menciptakan solusi pertanian berkelanjutan untuk kebun jambu kristal seluas 9 hektar yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Para petani jambu kristal di Balikpapan Utara menghadapi masalah serius yang mengancam produktivitas dan pendapatan mereka. Serangan hama dan jamur merusak tanaman mulai dari daun, batang, hingga buah. Terutama, kehadiran lalat buah (Bactrocera spp.) menjadi momok menakutkan. Lalat ini bertelur di dalam buah muda, dan saat telur menetas, larvanya memakan bagian dalam buah, menyebabkan buah busuk sebelum matang dan akhirnya gugur. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas fisik buah, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Jika tidak ditangani, masalah ini berpotensi meluas ke tanaman lain di sekitarnya.
Menanggapi permasalahan tersebut, tim KKN ITK memperkenalkan dua inovasi utama yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan dan ekonomis bagi petani.
1. Pestisida dan Fungisida Nabati
Tim KKN melatih petani cara membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar mereka, seperti bawang putih, bawang bombay, cabai, dan serai. Bahan-bahan ini terbukti efektif sebagai insektisida dan fungisida alami. Melalui serangkaian uji coba, tim menemukan bahwa campuran bawang putih, bawang bombay, cabai, dan deterjen menjadi formula paling ampuh untuk mengurangi hama dan mencegah pertumbuhan jamur, tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.
2. Perangkap Atraktan untuk Lalat Buah
Untuk mengatasi lalat buah, tim KKN mengembangkan perangkap atraktan sederhana yang dibuat dari botol bekas, kapas, dan larutan metil eugenol. Senyawa ini berfungsi sebagai feromon buatan yang sangat menarik bagi lalat buah jantan. Saat lalat jantan terperangkap, populasi lalat buah secara keseluruhan akan menurun, sehingga siklus perkembangbiakannya terganggu. Perangkap ini sangat efisien dengan radius sebar mencapai 100 meter dan mampu bertahan hingga 36 hari, menjadikannya solusi yang sangat efektif, murah, dan berkelanjutan.
Program pengabdian ini tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan keterampilan baru kepada para petani. Dengan penerapan metode budidaya yang lebih sehat ini, diharapkan kualitas dan kuantitas panen jambu kristal dapat meningkat. Selain itu, penggunaan inovasi ramah lingkungan ini juga membantu menjaga kelestarian ekosistem pertanian di Balikpapan Utara.
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepala IBT ITK Hadiri Campuspreneur Kemendag
ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026
ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026