Detail Berita

KRTI 2026 Perkuat Kolaborasi dan Pengembangan Talenta Teknologi UAV Nasional

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 26 September 2026 1.05 32 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

IKN – Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 menjadi ruang pengembangan talenta mahasiswa yang tidak hanya menguji kemampuan menerbangkan wahana, tetapi juga kemampuan merancang, mengevaluasi, dan mengembangkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang andal dan berpotensi memberikan manfaat lebih luas.

Hal tersebut salah satunya terlihat pada Divisi Technology Development (TD). Selain menetapkan juara utama, divisi ini juga memberikan penghargaan pada aspek inovasi dan potensi pengembangan teknologi melalui kategori Best Innovation Pitch, Best Technology Potential, dan Best New Comer. Ragam penghargaan tersebut menunjukkan bahwa capaian dalam KRTI tidak hanya dilihat dari posisi juara, tetapi juga dari kualitas gagasan, potensi teknologi, dan perkembangan tim.

Pada Divisi TD, EFRISA TEAM dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya meraih Juara I, Atyabrama dari Universitas Brawijaya sebagai Juara II, dan Akasha Seva BUV dari Universitas Sebelas Maret sebagai Juara III. Sementara itu, Khageswara dari Universitas Gadjah Mada meraih Best Innovation Pitch, Aksa Vikara dari Institut Teknologi Bandung meraih Best Technology Potential, dan Pandhega Daksa dari Institut Teknologi Kalimantan memperoleh penghargaan Best New Comer.

Ketua Dewan Juri KRTI 2026 mengapresiasi peningkatan kualitas karya mahasiswa yang terlihat pada seluruh divisi. Menurutnya, pengembangan teknologi UAV tidak cukup hanya menghasilkan wahana yang mampu terbang, tetapi juga membutuhkan keandalan sistem dan arah pemanfaatan yang jelas.

“Kami mengapresiasi peningkatan kualitas yang ditunjukkan peserta pada seluruh divisi. KRTI tidak hanya berbicara tentang wahana yang mampu terbang, tetapi juga tentang keandalan sistem, kualitas teknologi, dan bagaimana inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi bangsa. Ke depan, kami berharap karya-karya yang lahir dari KRTI dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak.”

Melalui KRTI, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dipertemukan dalam satu ruang untuk menguji teknologi, bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta mengevaluasi hasil pengembangan yang telah dilakukan di kampus. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk talenta teknologi yang tidak hanya mampu berkompetisi, tetapi juga siap melanjutkan riset dan pengembangan setelah kompetisi berakhir.

Dengan demikian, KRTI 2026 tidak hanya menghasilkan para pemenang, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi gagasan, teknologi, dan talenta baru di bidang UAV. Pengalaman yang diperoleh selama kompetisi diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.


Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Srikandi di Langit KRTI, Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

Cerita Mahasiswi di Balik Perjuangan Menuju Final

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami