Balikpapan - Mahasiswa Program Studi Aktuaria Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Muh Bilal Al Islami, berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Best Group Leader pada International Conference Santri Mendunia Batch 6 yang berlangsung dalam rangkaian kegiatan di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Mahasiswa Aktuaria angkatan 2022 tersebut mengikuti konferensi dengan membawa paper berjudul “Disconnected but Connected: Krisis Generasi Muda Muslim di Era Digital.” Karya tersebut mengangkat fenomena generasi muda yang semakin terhubung melalui teknologi, tetapi pada saat yang sama menghadapi tantangan berupa keterasingan sosial, tekanan dari media sosial, krisis identitas, hingga kekosongan spiritual.
Melalui gagasannya, Bilal menawarkan penerapan mekanisme coping Islami sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat kesehatan mental dan spiritual generasi muda Muslim di tengah perkembangan teknologi. Nilai-nilai seperti tawakkul, dzikir, tafakkur, muraqabah, dan shalat dipadukan dengan penguatan literasi digital agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak tanpa kehilangan identitas, nilai, dan tujuan hidup.
Gagasan tersebut berangkat dari keresahan terhadap fenomena Disconnected Generation, yaitu kondisi ketika seseorang memiliki konektivitas virtual yang tinggi tetapi justru semakin jauh dari hubungan sosial maupun konektivitas spiritual dalam kehidupan nyata. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan fondasi nilai yang kuat agar generasi muda tidak hanya adaptif secara digital, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual.
Perjalanan Bilal menuju konferensi internasional tersebut melalui sejumlah tahapan, mulai dari pencarian informasi kegiatan, pemenuhan persyaratan administrasi hingga proses seleksi wawancara. Setelah dinyatakan lolos, ia mempersiapkan diri dengan mempelajari organisasi penyelenggara, tema kegiatan, serta berbagai isu yang relevan untuk mendukung proses diskusi selama konferensi.
Keikutsertaannya dalam kegiatan internasional juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman, wawasan, dan jejaring dengan peserta dari berbagai latar belakang. Selain mengembangkan kapasitas diri, Bilal berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa ITK lainnya untuk berani mengambil kesempatan dan menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.
Prestasi Best Group Leader yang diraih Muh Bilal Al Islami menunjukkan bahwa mahasiswa ITK tidak hanya mampu berkontribusi melalui bidang akademik dan teknologi, tetapi juga aktif membawa gagasan terkait persoalan sosial, spiritual, serta tantangan generasi muda di tengah transformasi digital.
Melalui capaian tersebut, semangat mahasiswa ITK untuk terus belajar, berjejaring, dan membawa gagasan berdampak di ruang nasional maupun internasional semakin nyata, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi ITK Berdampak dari Bumi Etam untuk dunia.
Diaspora Berdampak, ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan
ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan
Diseminasi BINTANG 2026 Hadir di ITK, Bawa Edukasi Baterai hingga Innovation Expo
Diseminasi BINTANG 2026 Hadir di ITK
Siap Unjuk Inovasi Maritim, Tiga Tim ITK Berjuang Menuju Final KKI 2026
Tiga Tim ITK Berjuang Menuju Final KKI 2026