Balikpapan — Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggagas program Inovasi Sosial di Kampung Bungas (Bunga, Buah, dan Sayur), Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kota Balikpapan. Program ini dirancang untuk memperkuat potensi lingkungan, kreativitas masyarakat, serta pengelolaan kampung berbasis teknologi sebagai upaya mendukung pengembangan Kampung Bungas menjadi kampung tematik yang berkelanjutan.
Kampung Bungas telah dikenal sebagai kawasan yang mengembangkan konsep kampung wisata belajar dengan memanfaatkan lahan terbatas melalui urban farming, hidroponik, serta pengelolaan sampah. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat untuk terus mengembangkan lingkungan yang produktif sekaligus memiliki nilai edukasi dan ekonomi.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam hal regenerasi pengelola, pengolahan sampah anorganik, serta pemanfaatan teknologi dan media digital. Kegiatan kampung masih banyak digerakkan oleh generasi senior, sementara keterlibatan pemuda dalam pengelolaan dan inovasi masih perlu diperkuat. Selain itu, belum optimalnya publikasi digital membuat berbagai potensi Kampung Bungas belum menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui program Inovasi Sosial ini, mahasiswa ITK menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat, kreativitas, pengelolaan lingkungan, dan digitalisasi. Salah satunya adalah pelatihan daur ulang atau upcycling yang mengolah sampah non-organik, khususnya botol plastik, menjadi produk fungsional dan dekoratif seperti pot tanaman dan taman vertikal.
Selain itu, masyarakat dan anak-anak juga akan mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah yang dikemas secara kreatif. Peserta dapat memanfaatkan tutup botol plastik, kemasan bekas, CD, dan material lainnya untuk membuat karya mozaik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas sejak dini.
Penguatan kemampuan digital juga menjadi bagian penting dalam program ini. Pemuda Kampung Bungas akan mendapatkan pelatihan copywriting, storytelling, desain media sosial, fotografi, dan videografi menggunakan perangkat yang mudah diakses seperti smartphone. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung promosi kegiatan, produk UMKM, serta berbagai potensi Kampung Bungas melalui media sosial.
Dalam pelaksanaannya, teknologi seperti Canva, Instagram, Facebook, TikTok, Google Workspace, Google My Maps, dan Geographic Information System (GIS) turut dimanfaatkan. Teknologi tersebut digunakan untuk membangun identitas visual, mengelola konten digital, mendokumentasikan kegiatan, serta melakukan pemetaan potensi kampung seperti lokasi bank sampah, fasilitas umum, tanaman lokal, dan berbagai aset lainnya.
Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus kampung, Kelompok Wanita Tani (KWT), pemuda, hingga anak-anak. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga keberlanjutan program. Salah satu fokus utama adalah pembentukan Tim Kreatif Kampung Bungas sebagai wadah regenerasi sekaligus penggerak pengelolaan media digital dan potensi kampung.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa ITK yang berasal dari Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Informatika, dan Desain Komunikasi Visual (DKV), dengan pembagian tugas sebagai berikut:
Dosen Pembimbing:
Rangkaian program dirancang berlangsung selama empat bulan, mulai dari diskusi bersama pemuda, pemetaan dan pendataan kampung, pengembangan website, pelatihan digital, edukasi pengelolaan sampah, workshop daur ulang, hingga simulasi pengelolaan secara mandiri. Tahapan tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah masa pendampingan selesai.
Melalui Inovasi Sosial ini, diharapkan berbagai potensi yang dimiliki Kampung Bungas tidak hanya dapat dikembangkan selama program berlangsung, tetapi juga mampu dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat. Terbentuknya Tim Kreatif Kampung Bungas diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan regenerasi pengelola, khususnya dari kalangan pemuda, sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.
Ke depannya, program ini diharapkan dapat menjadikan Kampung Bungas sebagai kampung tematik yang semakin kreatif, mandiri, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara mahasiswa ITK dan masyarakat juga diharapkan tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat terus berkembang menjadi kerja sama yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, ekonomi kreatif, dan kehidupan masyarakat Kampung Bungas di masa mendatang.
Komisi Informasi Kaltim Kunjungi ITK dalam Sosialisasi Monev Badan Publik 2026
Tiga Tim ITK Lolos Final KKI 2026, Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Tiga Tim ITK Lolos Final KKI 2026
Bisakah Ubi Ungu Menjadi Indikator Alami Kesegaran Daging? Mahasiswa ITK Menjawabnya Lewat SUN-WRAP
Mahasiswa ITK Kembangkan Kemasan Cerdas untuk Kesegaran Daging