Detail Berita

Muadz Akmal Yusuf: Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 15 September 2026 10.19 60 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

BALIKPAPAN – Berawal dari kampus yang saat itu masih memiliki banyak keterbatasan, Muadz Akmal Yusuf justru menemukan salah satu bekal terpenting untuk memasuki dunia profesional: kemampuan beradaptasi, memimpin, dan tidak mudah menyerah. Alumni Program Studi Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2016 yang akrab disapa Kemal itu kini berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia.

Dalam perannya, Kemal memiliki tanggung jawab memastikan ban yang akan diterima pelanggan memiliki kualitas yang sangat baik sesuai standar perusahaan. Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian, kemampuan mengambil keputusan, serta semangat melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Perjalanan profesional Kemal tidak terlepas dari pengalaman yang ia bangun selama menjadi mahasiswa ITK. Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika dipercaya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Material dan Metalurgi (HIMA TMM) ITK.

Dari organisasi, Kemal mulai mengenal dasar-dasar people development, belajar memimpin orang dengan karakter yang berbeda, serta melatih kemampuan berpikir secara rasional ketika menghadapi persoalan.

“Pada saat itulah saya belajar basic dari people development dan juga belajar untuk berpikir secara rasional,” ungkap Kemal.

Menariknya, Kemal justru melihat keterbatasan ITK pada masa awal perkembangannya sebagai bagian penting yang membentuk dirinya. Ketika itu, fasilitas kampus belum seperti sekarang dan aktivitas mahasiswa berlangsung dengan sarana yang masih terbatas. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya memilih menyerah.

Menurutnya, situasi itu justru melatih mahasiswa untuk lebih kreatif, adaptif, dan mampu mencari jalan keluar ketika dihadapkan pada keterbatasan.

“Dahulu kondisi kampus cuma ada dua gedung dan banyak keterbatasan, tetapi kami tidak memilih untuk menyerah atas keterbatasan itu. Hal tersebut benar-benar menjadi modal mental untuk memasuki dunia kerja,” tuturnya.

Bekal akademik dan pengalaman organisasi tersebut kemudian menemani perjalanan Kemal hingga menorehkan salah satu pencapaian yang paling membanggakan dalam kariernya. Ia berhasil memperoleh kualifikasi MDP Depth 9, sebuah level dalam bidang Continuous Improvement di Michelin.

Pencapaian tersebut terasa istimewa karena Kemal menjadi orang pertama di Departemen Quality yang memperoleh kualifikasi tersebut sekaligus menjadi orang tercepat di perusahaan dalam mencapai MDP Depth 9.

Bagi Kemal, pengalaman itu menjadi salah satu bukti bahwa latar belakang kampus bukanlah batas untuk berkembang dan berprestasi di perusahaan multinasional. Ia juga melihat semakin banyak alumni ITK yang kini berkarier di berbagai perusahaan besar sebagai perkembangan positif bagi mahasiswa maupun lulusan baru ITK.

“Saya rasa sekarang mahasiswa aktif yang ingin magang maupun alumni yang baru lulus dan ingin melamar kerja sudah bisa lebih tenang karena sudah banyak alumni ITK yang bekerja di multinational company maupun perusahaan besar lainnya. Namun, tetap dijaga attitude-nya,” pesannya.

Kemal juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Menurutnya, akademik tetap menjadi kewajiban utama mahasiswa, tetapi pengalaman organisasi memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan yang nantinya dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

“Selalu ingat tujuan kalian kuliah untuk apa. Akademik merupakan hal yang wajib, namun jangan lupakan untuk berorganisasi, karena ketika lulus kuliah, soft skill kita yang akan menjadi jembatan untuk survive,” ujarnya.

Perjalanan Kemal dari salah satu angkatan awal ITK hingga dipercaya memegang posisi Quality Section Head di Michelin Indonesia menjadi bagian dari cerita bagaimana proses selama kuliah dapat membentuk kesiapan seseorang menghadapi dunia profesional.

Bagi Kemal, ITK boleh terus tumbuh dan berkembang sebagai institusi, tetapi kualitas pembelajaran dan mentalitas yang dibangun di dalamnya telah memberikan bekal untuk bersaing lebih luas.

“Walaupun kampus kita masih dalam proses pengembangan, kualitas pembelajarannya dapat bersaing dengan kampus-kampus besar lainnya. Jadi, banggalah karena telah menjadi bagian dari ITK,” tutup Kemal.

Melalui kisah The Ex-Story ini, perjalanan Kemal menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang. Ketika dihadapi dengan kemauan belajar, pengalaman organisasi, attitude yang baik, dan keberanian untuk terus berkembang, keterbatasan justru dapat menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

Berita Terbaru

Example_News.webp Alumni

Muadz Akmal Yusuf: Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia

Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia

Example_News.webp Berita

ITK dan ITS Perkuat Kolaborasi Maritim melalui Seatrans Super Sailing 2026

Kolaborasi ITK dan ITS melalui Seatrans Super Sailing 2026 untuk memperkuat wawasan, jejaring, dan kontribusi generasi muda bagi masa depan industri maritim Indonesia.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami