BOGOR, Indonesia – Lokakarya Pusat Instrumentasi Nasional untuk Pertanian dan Biosains (NICAB) 2025 tengah berlangsung di IPB International Convention Center, dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2025. Acara tahunan ini, yang mengangkat tema "Pusat Instrumentasi untuk Kemajuan Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian Masyarakat," bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang mendalam antara para pemangku kepentingan di Indonesia dan Korea, khususnya dalam bidang pertanian dan biosains yang sangat penting.
Salah satu sesi inti dalam agenda lokakarya ini adalah Forum Rektor, yang dijadwalkan pada tanggal 23 Juli, pukul 11:00 hingga 12:00 WIB. Dalam forum tersebut, Profesor Agus Rubiyanto, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), berperan sebagai salah satu pembicara terkemuka. Bersama dengan rekan-rekannya, Yunita Triana dan Adi Mahmud Jaya Marindra, Profesor Rubiyanto akan menyampaikan presentasi penting berjudul "Supporting Nusantara's Development through Research and Revenue-Generating Laboratory Facilities at Kalimantan Institute of Technology." Presentasi ini sangat relevan mengingat urgensi dan kompleksitas pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, serta potensi kontribusi ITK dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dalam konteks tersebut.
Program lokakarya ini dirancang secara komprehensif, menampilkan beragam pembicara terkemuka dan partisipasi internasional yang signifikan. Dr. Dadan Hindayana (BGN) dijadwalkan untuk menyampaikan pidato utama mengenai inisiatif nasional "Makanan Bergizi Gratis di Indonesia," menawarkan wawasan berharga tentang kebijakan ketahanan pangan dan nutrisi yang berdampak pada pengabdian masyarakat. Melengkapi hal tersebut, Bapak Changsu Choi (GAFI) akan memaparkan model layanan makanan sekolah yang ramah lingkungan dari Korea. Sesi-sesi ini menyediakan platform yang sangat baik untuk memahami praktik terbaik dalam layanan makanan sekolah dari perspektif Korea dan mengidentifikasi area potensial untuk proyek kolaborasi dan program kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Sorotan utama dari lokakarya ini adalah partisipasi aktif dari lebih dari 17 perusahaan terkemuka Korea yang mengkhususkan diri dalam bidang peralatan laboratorium serta diagnostik makanan dan biosains. Perusahaan-perusahaan ini akan memamerkan inovasi dan teknologi terbaru mereka di booth khusus, memberikan kesempatan berharga bagi universitas, lembaga penelitian, dan entitas lain untuk menjajaki akuisisi peralatan mutakhir dengan harga yang kompetitif. Hal ini secara langsung mendukung kemajuan penelitian dan pendidikan di bidang terkait.
Selain itu, kehadiran tiga profesor dari Seoul National University (SNU), termasuk Profesor Tae Jin Yang, Direktur Jenderal Institut Sains dan Teknologi Bio Hijau, semakin memperkaya diskusi dan potensi kerja sama akademik. Secara keseluruhan, Lokakarya NICAB 2025 menegaskan posisinya sebagai ajang krusial untuk memajukan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dalam pertanian dan biosains, sekaligus memperkuat fondasi kemitraan internasional yang kokoh. Acara ini diantisipasi akan memberikan hasil yang sangat produktif dan menarik bagi seluruh pihak yang terlibat.
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepala IBT ITK Hadiri Campuspreneur Kemendag
ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026
ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026