Detail Berita

Rektor ITK Ikuti Kunjungan Akademik ke Jerman untuk Perkuat Jejaring Riset dan Pendidikan

Humas ITK 12 September 2025 13.00
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., tengah mengikuti program Information Visit di Jerman pada 8–12 September 2025. Program ini diinisiasi oleh German Academic Exchange Service (DAAD) dan menghadirkan delegasi Indonesia yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Fokus utama kegiatan ini adalah memperdalam wawasan terkait sistem pendidikan tinggi dan riset di Jerman, khususnya di bidang perubahan iklim, transformasi energi, dan ketahanan pangan, tiga isu global yang juga menjadi perhatian penting di Indonesia.

Rangkaian Kegiatan

Kunjungan dimulai di Bonn dengan pertemuan bersama DAAD, di mana delegasi mendapat paparan mengenai peluang beasiswa, pendanaan riset, hingga bentuk kerja sama universitas. Delegasi juga menghadiri presentasi dari German Research Foundation (DFG) dan melanjutkan agenda dengan kunjungan ke University of Bonn, yang menampilkan riset-riset terkait etika kehidupan, keberlanjutan, hingga program studi internasional.

Hari berikutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Cologne untuk berkunjung ke TH Köln. Universitas ini memperkenalkan program magister internasional dan riset terapan di bidang energi terbarukan. Delegasi juga mengunjungi metabolon Institute, sebuah pusat riset yang mengembangkan konsep sustainable circular economy melalui kolaborasi erat antara kampus dan industri.

 Di Heilbronn, delegasi diterima oleh Prof. Dr. Ruth Fleuchaus, Vice President of UAS Heilbronn dan mengikuti sesi matchmaking dengan sejumlah universitas terapan antara lain  lainnya. Menariknya, rombongan juga diajak mengunjungi Maker Space experimenta, sebuah fasilitas yang memungkinkan mahasiswa untuk berkreasi, menguji ide, hingga merintis start-up dengan dukungan teknologi modern.

Agenda berlanjut ke UAS RheinMain disambut Prof. Dr. Eva Waller, President of UAS Rhein-Main di Wiesbaden. Di sini, delegasi meninjau langsung laboratorium teknologi hidrogen, teknologi penerbangan, serta karya mahasiswa berupa mobil balap student-built race car. Diskusi hangat juga berlangsung terkait peluang riset bersama di bidang energi dan ketahanan pangan.

Kegiatan ditutup di UAS Darmstadt, di mana delegasi menyaksikan riset-riset unggulan seputar transformasi energi dan perubahan iklim. Di antaranya adalah pengembangan teknologi bio-PCM dari limbah serta riset keberlanjutan dalam manajemen sumber daya air.

Peran ITK dalam Forum Internasional

Dalam setiap agenda, Prof. Agus Rubiyanto aktif memperkenalkan profil ITK dan fokus riset unggulan kampus, mulai dari energi berkelanjutan, ketahanan pangan, pengembangan smart city, hingga ilmu kemaritiman. Hal ini sejalan dengan visi ITK untuk menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi pada pembangunan nasional melalui potensi khas Kalimantan.

Prof. Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia. “Melalui kegiatan ini, ITK mendapat kesempatan untuk membangun jejaring baru dengan universitas-universitas di Jerman yang kuat dalam riset terapan. Kami berharap kerjasama ini dapat menghasilkan program konkret, baik berupa riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Delegasi Indonesia

Selain ITK, kegiatan ini juga diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi ternama seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya, serta universitas swasta seperti Universitas Islam Indonesia, Petra Christian University, dan Swiss German University. Dari pihak pemerintah, hadir pula perwakilan dan BRIN.

Harapan ke Depan

Kunjungan ini diharapkan mempererat hubungan antara Indonesia dan Jerman, khususnya dalam bidang riset dan pendidikan tinggi. Dengan bergabungnya ITK dalam forum internasional ini, peluang untuk memperkuat kapasitas riset, memperluas akses beasiswa, hingga melahirkan kolaborasi nyata semakin terbuka lebar.

Bagi ITK sendiri, partisipasi Rektor dalam program ini menjadi bukti komitmen kampus untuk terus tumbuh sebagai universitas yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Berita Terbaru

Example_News.webp Program Akademik
Example_News.webp Diktisaintek Berdampak
Example_News.webp Berita

ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026

ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami