Detail Berita

SPLIT EV: Inovasi Sepeda Listrik Lipat ITK untuk Mobilitas Berkelanjutan

Humas ITK 29 April 2026 14.50
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Pesatnya urbanisasi serta meningkatnya kebutuhan akan transportasi yang efisien dan ramah lingkungan mendorong berkembangnya berbagai inovasi di bidang mobilitas. Salah satu solusi yang semakin diminati adalah sepeda listrik, yang dinilai mampu menjawab tantangan mobilitas perkotaan secara praktis dan berkelanjutan.

Berdasarkan data tahun 2022, tercatat hampir 10.000 unit sepeda terjual di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 unit di antaranya merupakan sepeda listrik. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Para analis ekonomi bahkan memprediksi bahwa pasar sepeda listrik akan terus mengalami pertumbuhan pesat di masa depan, seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan kebutuhan transportasi yang efisien.

Menjawab peluang tersebut, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui kegiatan penelitian dan pengembangan menghadirkan inovasi berupa SPLIT EV (Sepeda Lipat ITK Electric Vehicle). Inovasi ini merupakan sepeda listrik lipat (electric foldable bike) yang dirancang untuk menjadi solusi mobilitas modern, khususnya dalam mengatasi tantangan konektivitas last-mile.

SPLIT EV dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai aspek teknologi dan desain. Penggunaan material ringan, mekanisme lipat yang kompak, serta sistem propulsi listrik yang efisien menjadikan kendaraan ini memiliki keunggulan dari segi portabilitas, kenyamanan, dan efisiensi energi. Dengan desain yang praktis, SPLIT EV dapat dengan mudah dibawa dan disimpan, sehingga sangat sesuai digunakan di lingkungan perkotaan yang dinamis.

Lebih dari sekadar alat transportasi, SPLIT EV juga menawarkan kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon. Inovasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pengembangan kendaraan green compact vehicle, yang hingga saat ini masih relatif terbatas penelitian dan pengembangannya di Indonesia.

Dalam proses pengembangannya, penelitian SPLIT EV tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pada evaluasi kinerja dan pengalaman pengguna. Beberapa aspek yang dikaji meliputi desain sasis, efisiensi baterai, optimasi berat, serta daya tahan kendaraan. Selain itu, analisis ergonomi menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) turut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna. Seluruh aspek tersebut diuji melalui pendekatan teknik dan pengujian fungsional guna menghasilkan produk yang optimal.

Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan serta mitra eksternal. Tim peneliti dosen terdiri dari Faisal Syamsuddin, S.Pd., M.Sn. (DKV), Kholiq Deliasgarin R., S.T., M.T. (Teknik Mesin), Ir. Hadhimas Dwi H., S.T., M.Eng. (Teknik Mesin), serta Ahmad Anas Arifin, S.T., M.Sc. sebagai mitra kolaborasi dari Institut Teknologi Adhitama Surabaya.

Adapun tim mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Teknik Mesin, yaitu Ega Febyna Kan, Surya Saputra, Aria Zesar D., Achmad Dicky, dan Fadhlih Wafin A. yang turut berkontribusi dalam proses desain, simulasi, fabrikasi, hingga dokumentasi penelitian.

Melalui inovasi SPLIT EV, Institut Teknologi Kalimantan menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi transportasi masa depan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.


Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

UTBK 2026 di ITK Resmi Berakhir, Layanan Kesehatan dan Inklusivitas Jaga Kelancaran Ujian

Layanan Kesehatan dan Inklusivitas Jaga Kelancaran Ujian UTBK ITK

Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami