Detail Berita

Udara Balikpapan Tidak Sehat, Kenali Potensi Tanaman di Pekarangan

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 15 Oktober 2026 8.25 69 kali dilihat
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Dua titik pemantauan udara di Balikpapan menunjukkan kategori tidak sehat. Berdasarkan tangkapan layar AQICN bertanggal Kamis (15/10/2026), indeks kualitas udara di Sepinggan Baru mencapai 185, sedangkan Balikpapan Baru 183. Angka tersebut mengikuti pembaruan masing-masing titik dan dapat berubah.

Kondisi ini mengingatkan pentingnya menjaga kualitas lingkungan, termasuk melalui penghijauan pekarangan. Namun, apakah tanaman yang biasa tumbuh di sekitar rumah dapat membantu menangkap partikel pencemar?

Penelitian dalam Science of the Total Environment pada 2019 menunjukkan bahwa permukaan daun dapat menjadi tempat melekatnya partikel udara. Rambut halus dan karakter daun tertentu membantu proses tersebut, meskipun kemampuannya berbeda pada setiap tanaman.

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman yang diteliti dalam jurnal Climate pada 2023. Penelitian di kawasan pertambangan dan peleburan Afrika Selatan menemukan bahwa jambu biji termasuk tanaman dengan kemampuan pengumpulan debu yang menonjol.

Kelor (Moringa oleifera) juga menunjukkan potensi pengumpulan debu dalam penelitian yang sama. Temuan pada jambu biji dan kelor dapat menjadi pertimbangan penghijauan, tetapi belum membuktikan bahwa keduanya mampu melindungi penghuni rumah dari asap karhutla.

Sementara itu, mangga (Mangifera indica) telah diteliti di Indonesia. Studi dalam International Journal of Advances in Applied Sciences pada 2023 menunjukkan toleransi mangga terhadap pencemaran udara pada lokasi penelitian. Kemampuan bertahan terhadap polusi ini berbeda dengan kemampuan menurunkan kadar pencemar di udara.

Ketiga tanaman tersebut dapat dipertimbangkan sesuai luas dan kondisi pekarangan. Penghijauan merupakan upaya jangka panjang, sementara saat udara memburuk masyarakat tetap perlu memantau kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan.


Rujukan Artikel

  1. Particulate matter mitigation via plants: Understanding complex relationships with leaf traits. Science of the Total Environment (2019).
  2. Identifying Common Trees and Herbaceous Plants to Mitigate Particulate Matter Pollution in a Semi-Arid Mining Region of South Africa. Climate (2023).
  3. Six tree species physiological responses to air pollution in Pulogadung Industrial Estate, East Jakarta, Indonesia and Universitas Indonesia Campus, Depok, Indonesia. International Journal of Advances in Applied Sciences (2023).
  4. Kementerian Kesehatan: Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap Karhutla.
  5. AQICN: Tangkapan layar data kualitas udara titik Sepinggan Baru dan Balikpapan Baru, 15 Oktober 2026.
Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Ada HEPA, Sudah Cukup? Ini yang Perlu Dicek pada Air Purifier Saat Udara Berasap

Ini yang Perlu Dicek pada Air Purifier Saat Udara Berasap

Example_News.webp Berita
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami