Detail Berita

Bertanding di Rumah Sendiri, Pandhega Daksa ITK Bawa Semangat Tuan Rumah di Final KRTI 2026

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 21 September 2026 9.29 23 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

IKN - Menjadi finalis dalam kompetisi nasional sudah menjadi pengalaman yang membanggakan. Namun bagi Tim Pandhega Daksa Institut Teknologi Kalimantan (ITK), KRTI 2026 menghadirkan cerita yang berbeda. Mereka tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga bertanding ketika ITK dipercaya menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Posisi sebagai finalis sekaligus bagian dari kampus tuan rumah menjadi pengalaman tersendiri bagi Pandhega Daksa. Di satu sisi, mereka ikut menyambut mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang datang untuk berlaga. Di sisi lain, mereka juga membawa tanggung jawab untuk menampilkan hasil pengembangan terbaik dari ITK di hadapan peserta yang datang ke Kalimantan Timur.

“Jujur, kami sangat bangga sekaligus antusias. Menjadi tuan rumah memberikan kami kehormatan untuk menyambut rekan-rekan dari seluruh Indonesia, sementara sebagai finalis kami semakin terpacu untuk menampilkan inovasi terbaik di rumah sendiri,” ungkap Tim Pandhega Daksa.

Sepuluh Mahasiswa, Empat Program Studi, Satu Wahana

Pandhega Daksa diperkuat oleh sepuluh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka adalah Abdillah Rizqi dan Adhe Tegar Sarnadi dari Teknik Mesin angkatan 2023; Muhammad Evan Surya Syahputra dari Teknik Mesin 2023; Alief Rachmattul Islam dan Faqih Chairul Anam dari Informatika 2023; Alfian Ramadani, Aprian Syahrani, dan Razi Maulana dari Informatika 2025; Alief Akbar Fadila Gunawan dari Teknik Elektro 2025; serta Reynadilah Afridania Ansyar dari Teknik Lingkungan 2023.

Latar belakang keilmuan yang berbeda membuat setiap anggota memiliki peran dalam proses pengembangan wahana. Teknik mesin, informatika, teknik elektro, hingga teknik lingkungan bertemu dalam satu tim yang harus memastikan setiap bagian sistem dapat bekerja secara terintegrasi.

Di sinilah perjalanan menuju final tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga tentang bagaimana sepuluh mahasiswa dengan aktivitas dan tanggung jawab masing-masing mampu bekerja menuju satu target yang sama.

Pengujian Tak Selalu Berjalan Sesuai Rencana

Perjalanan Pandhega Daksa menuju final KRTI 2026 tidak berlangsung tanpa hambatan. Salah satu tantangan yang paling dirasakan terjadi ketika tim hendak melakukan pengujian wahana.

Saat pengujian akan dilakukan, GPS pada drone tidak dapat terhubung. Kondisi tersebut membuat rencana pengujian harus berubah dan tim terpaksa mencari lokasi lain agar proses pengembangan tetap dapat dilanjutkan.

Selain persoalan GPS, proses mengintegrasikan berbagai fitur yang telah dikembangkan juga menjadi tantangan besar. Setiap fitur tidak cukup hanya berhasil ketika diuji secara terpisah, tetapi harus mampu bekerja bersama dalam satu sistem wahana.

Kondisi tersebut membuat proses persiapan menjadi rangkaian panjang antara mencoba, menemukan masalah, memperbaiki, kemudian kembali melakukan pengujian.

Bagi tim, justru proses itulah yang menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan menuju final.

“Momen yang paling berkesan adalah proses panjang dalam memastikan drone dapat beroperasi dengan baik. Kerja sama tim dalam menghadapi setiap permasalahan akhirnya mengantarkan kami sampai tahap ini, dan kini kami terus berjuang bersama untuk memberikan hasil terbaik,” ujar tim.

Di Antara Jadwal Kuliah dan Target Penyelesaian Wahana

Tantangan lain datang dari keseharian mereka sebagai mahasiswa. Persiapan menghadapi final KRTI berjalan bersamaan dengan kegiatan akademik yang tetap harus diselesaikan.

Bagi anggota Pandhega Daksa, membagi fokus antara perkuliahan dan target penyelesaian wahana menjadi salah satu bagian paling berat selama persiapan.

“Pengorbanan yang paling terasa adalah tenaga, waktu, dan mental yang terkuras selama mempersiapkan final KRTI 2026. Tidak dipungkiri bahwa kami harus membagi fokus antara padatnya jadwal akademik di kampus dan target penyelesaian wahana,” ungkap tim.

Situasi tersebut membuat keberhasilan mencapai final tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknologi. Di balik wahana yang nantinya tampil di arena terdapat waktu belajar yang harus dibagi, energi yang dicurahkan untuk pengembangan, serta tekanan untuk memastikan seluruh sistem siap digunakan.

Namun berbagai kendala itu juga memperkuat kerja sama di antara anggota tim. Ketika satu masalah muncul, mereka harus menemukan penyelesaian bersama agar pekerjaan berikutnya dapat terus berjalan.

Tuan Rumah, Tetapi Tetap Menjadi Kompetitor

Menjadi tuan rumah tidak mengurangi posisi Pandhega Daksa sebagai kompetitor.

Justru bertanding di kampus dan kawasan sendiri menghadirkan motivasi tambahan. Mereka ingin memberikan performa terbaik ketika berbagai tim dari Indonesia datang ke KRTI 2026.

Ada kebanggaan ketika ITK dipercaya menyambut peserta dari berbagai universitas dan institut. Namun bersamaan dengan itu, Pandhega Daksa juga membawa ambisi untuk menunjukkan bahwa mahasiswa ITK mampu bersaing dalam pengembangan teknologi pesawat nirawak di tingkat nasional.

Bagi mereka, KRTI juga tidak hanya menjadi tempat mengejar hasil kompetisi. Pertemuan dengan tim lain menjadi kesempatan untuk melihat pendekatan berbeda dalam mengembangkan teknologi.

Tim berharap kompetisi ini dapat memperluas relasi sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Harapan kami setelah KRTI 2026 adalah mampu memperluas relasi dan bertukar pengetahuan dengan rekan-rekan dari berbagai universitas maupun institut. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal untuk terus memperbarui dan meningkatkan kualitas inovasi di masa depan,” jelas tim.

Bagi Pandhega Daksa, tampil di final KRTI 2026 di rumah sendiri menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ada proses panjang untuk memastikan drone dapat bekerja, ada jadwal akademik yang harus tetap dijalankan, ada tenaga dan mental yang diuji, serta ada kebanggaan menjadi bagian dari ITK ketika kampus tersebut menyambut talenta teknologi dari seluruh Indonesia.

Di rumah sendiri, Pandhega Daksa tidak hanya menjadi tuan rumah. Mereka juga datang untuk berjuang.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Bertanding di Rumah Sendiri, Pandhega Daksa ITK Bawa Semangat Tuan Rumah di Final KRTI 2026

Pandhega Daksa ITK Bawa Semangat Tuan Rumah di Final KRTI 2026

Example_News.webp Berita

Mau Nonton KRTI 2026 di IKN? Simak Lokasi Lomba, Parkir, Halte, dan Panduan Pengunjung

Simak Lokasi Lomba, Parkir, Halte, dan Panduan Pengunjung

Example_News.webp Alumni

Muadz Akmal Yusuf: Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia

Alumni Teknik Material ITK yang Berkarier sebagai Quality Section Head di Michelin Indonesia

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami