Balikpapan - Dampak pendidikan tinggi tidak hanya lahir dari ruang kuliah, laboratorium, atau hasil penelitian. Dampak juga tumbuh dari interaksi langsung dengan masyarakat, ketika mahasiswa hadir untuk belajar, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi di lingkungan sekitar. Semangat inilah yang sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui rubrik Jejak Berdampak, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menghadirkan kisah-kisah mahasiswa yang mengubah pengalaman belajar menjadi aksi nyata. Salah satunya datang dari Syakila Putri Maulida, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2022, yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pasar Bangun Reksa.
Selama pelaksanaan KKN, Syakila bersama tim melakukan observasi kondisi pasar untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para pedagang. Tidak hanya itu, mereka juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat serta terlibat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan area pasar guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Bagi Syakila, pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di dalam kelas. Berinteraksi langsung dengan masyarakat membuatnya memahami bahwa perubahan sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan semangat gotong royong.
"Kegiatan ini sangat seru dan memberikan banyak pengalaman baru. Kami bisa mengenal masyarakat secara langsung, memahami kondisi di lapangan, dan belajar bagaimana berkontribusi melalui hal-hal sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan," ungkap Syakila. Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, KKN menjadi ruang belajar untuk mengasah empati, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan kontribusi sesuai kapasitas dan keilmuannya.
Kisah Syakila menjadi salah satu contoh bagaimana semangat ITK Berdampak diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Melalui program-program seperti KKN, ITK terus berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat. Sebab pada akhirnya, pendidikan tinggi yang berdampak bukan hanya tentang apa yang dipelajari, melainkan tentang bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
From Pasar Bangun Reksa, an ITK Student Discovers the Meaning of Community Service
PGTC 2026 Tawarkan Kompetisi Nasional hingga Program Internasional
Mahameru Band ITK Raih Juara 2 Kodam Band Festival 2026, Buktikan Prestasi di Bidang Seni
Mahameru Band ITK Raih Juara 2 pada Kodam Band Festival 2026