Detail Berita

Dari Limbah Lele Menjadi Pupuk, Inovasi POC Dorong Ekonomi Sirkular di Karang Joang

Ulfa Yuvitri 12 Agustus 2026 15.13 21 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Limbah budidaya ikan lele yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan kini dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui inovasi teknologi tepat guna yang dikembangkan dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada periode 2025–2026 ini digagas untuk menjawab persoalan limbah cair dari aktivitas budidaya ikan lele yang umumnya masih dibuang langsung ke lingkungan. Padahal, limbah tersebut berasal dari sisa pakan, feses, dan proses metabolisme ikan yang masih mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan POC.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa ITK dengan memanfaatkan teknologi fermentasi sederhana yang mudah diterapkan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan diawali dengan observasi untuk melihat kondisi budidaya lele, sistem pengelolaan limbah, serta potensi pemanfaatannya.

Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar limbah cair masih dibuang tanpa pengolahan, sementara masyarakat belum mengetahui potensi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Tim kemudian memberikan sosialisasi mengenai dampak limbah terhadap lingkungan, manfaat POC, kandungan unsur hara, serta penerapan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai guna.

Dilatih Langsung Membuat Pupuk Organik Cair

Setelah sosialisasi, masyarakat mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan POC. Bahan yang digunakan meliputi air limbah budidaya ikan lele, EM4 sebagai aktivator mikroorganisme, molase atau gula merah sebagai sumber energi, serta wadah fermentasi tertutup.

Bahan-bahan tersebut dicampurkan sesuai komposisi dan difermentasi selama kurang lebih 10–14 hari. Peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai ciri-ciri POC yang berhasil, penyimpanan, serta cara penggunaannya pada berbagai jenis tanaman.

Antusiasme masyarakat terlihat melalui diskusi dan tanya jawab selama kegiatan. Peserta tidak hanya mempelajari proses pembuatan POC, tetapi juga berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk tersebut sebagai alternatif pupuk dan potensi usaha di masa mendatang.

Dari Limbah Menjadi Manfaat

Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah budidaya ikan lele. Limbah yang sebelumnya dianggap sebagai bahan buangan mulai dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Pemanfaatan limbah menjadi POC diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan, menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membantu efisiensi biaya pertanian. Di sisi lain, program ini juga memperkenalkan penerapan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan limbah budidaya ikan yang lebih ramah lingkungan, mandiri, dan berkelanjutan di Karang Joang.

Berita Terbaru

Example_News.webp Internasional

Diaspora Berdampak, ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

ITK Perkuat Kolaborasi Riset Material Indonesia–Taiwan

Example_News.webp Program Akademik
Example_News.webp Prestasi
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami