Detail Berita

Jejak Berdampak: Dari Sampah Plastik Menjadi Harapan Baru, Inovasi Mahasiswa ITK Bangun Lingkungan yang Lebih Bersih dan Berdaya

Humas ITK 7 Juli 2026 15.25 26 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Di balik tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di RT 21 KM 12 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, tersimpan sebuah peluang untuk menghadirkan perubahan. Bagi sebagian orang, plastik bekas mungkin hanya limbah yang berakhir di tempat pembakaran atau menumpuk tanpa nilai. Namun, di tangan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK), limbah tersebut justru menjadi awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Desa (PMMD) Tahun 2026, tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Desain Komunikasi Visual menghadirkan inovasi bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Plastik dan Peningkatan Infrastruktur Permukiman di RT 21 KM 12 Karang Joang, Balikpapan Utara." Program yang diketuai Elizabeth Desfelia Ciciolini Sidabutar, S.T., M.T. ini menjadi salah satu implementasi nyata semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu ketika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Berangkat dari kondisi di lapangan, tim menemukan bahwa sebagian besar sampah plastik rumah tangga, khususnya plastik jenis Low-Density Polyethylene (LDPE), masih dibakar secara terbuka karena sulit didaur ulang dan terbatasnya fasilitas pengelolaan sampah. Praktik tersebut berpotensi menghasilkan emisi berbahaya yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga penciptaan nilai tambah. Limbah plastik LDPE diolah menjadi paving block melalui proses pemanasan dan pencetakan, sehingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung fasilitas lingkungan di kawasan permukiman. Inovasi ini membuktikan bahwa limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi material yang bermanfaat.

Tidak berhenti di situ, tim juga membangun insinerator sederhana sebagai alternatif pengolahan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang. Dibandingkan praktik pembakaran terbuka, insinerator ini dirancang agar proses pembakaran berlangsung lebih terkendali, sehingga membantu mengurangi penyebaran asap secara langsung ke lingkungan sekitar.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi. Tim PMMD ITK juga membangun gapura identitas kawasan di lokasi pengepul sampah RT 21 sebagai bagian dari penataan lingkungan. Kehadiran gapura tersebut memperjelas identitas kawasan pengelolaan sampah, memudahkan masyarakat mengenali lokasi, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan representatif.

Untuk memastikan inovasi dapat terus berlanjut, kegiatan ini turut disertai sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan limbah plastik, serta pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui peningkatan pengetahuan dan kemandirian dalam mengelola sampah.

Program ini menjadi bukti bahwa Diktisaintek Berdampak tidak hanya hadir melalui riset di laboratorium atau ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan warga, ITK menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari persoalan lokal mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutanmengubah limbah menjadi manfaat, sekaligus membangun lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berdaya.

Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak
Example_News.webp Berita

ITK Audiensi dengan Gubernur Kaltim, Bahas Penguatan Kerja Sama dan Dukungan Pengembangan Infrastruktur Kampus

ITK Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa ITK Hadirkan Smart Water Treatment Berbasis IoT di Kebun Wisata Edukasi KM 12, Wujud Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan

Lewat Smart Water Treatment Berbasis IoT, Mahasiswa ITK Hadirkan Solusi Air Bersih bagi Kebun Wisata Edukasi KM 12

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami