Detail Berita

Kumpulkan 19.300 Poin SK2PM, Dion Prayoga Jadikan Aktivitas Kampus sebagai Ruang Belajar di Luar Kelas

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 1 Oktober 2026 10.09 39 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan – Bagi Dion Prayoga, mahasiswa Program Studi Informatika Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2022, pengalaman kuliah tidak hanya dibangun dari ruang kelas. Keaktifannya dalam organisasi, program pengembangan kompetensi, hingga berbagai pelatihan berhasil membawanya mengumpulkan 19.300 poin SK2PM.

Selama menjadi mahasiswa, Dion aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari Generasi Baru Indonesia (GenBI) sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia, Society of Renewable Energy (SRE) ITK, Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITK, hingga mengikuti sejumlah program pengembangan kompetensi nasional seperti Bangkit Academy, Coding Camp by DBS Foundation, dan IndonesiaNEXT.

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika Dion mengikuti Bangkit Academy 2024 Batch 2 pada learning path Mobile Development dan berhasil lulus dengan predikat Distinction. Ia juga mengembangkan kompetensinya melalui sertifikasi MTCNA, MTCRE, serta berbagai pelatihan Coding Camp 2025 seperti dasar pemrograman, Git dan GitHub, AI, visualisasi data, SQL, Python, hingga analisis data.  Pasted markdown

Menurut Dion, kegiatan-kegiatan tersebut memberinya lebih dari sekadar tambahan poin SK2PM. Ia memperoleh ilmu baru, pengalaman langsung, kemampuan hard skill dan soft skill, serta relasi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun, banyaknya kegiatan juga pernah membuatnya kewalahan. Tugas kuliah, organisasi, dan program di luar kampus terkadang datang dalam waktu yang bersamaan hingga membuatnya merasa burnout. Dari kondisi tersebut, Dion justru belajar mengenai manajemen waktu, tanggung jawab, dan kemampuan menentukan prioritas.

Untuk mengatur berbagai aktivitasnya, Dion membiasakan diri membuat to-do list dan mengurutkan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan serta urgensinya.

“Saya biasanya membuat to-do list dan mengatur prioritas berdasarkan mana yang penting dan urgent terlebih dahulu.”

Bagi Dion, perjalanan mengumpulkan SK2PM bukan sekadar mengejar angka. 19.300 poin yang berhasil dikumpulkannya menjadi rekam jejak dari berbagai kesempatan belajar, pengalaman organisasi, pengembangan kompetensi, dan keberanian untuk terus mencoba hal baru selama menjadi mahasiswa ITK.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

Kumpulkan 19.300 Poin SK2PM, Dion Prayoga Jadikan Aktivitas Kampus sebagai Ruang Belajar di Luar Kelas

Dion Prayoga Jadikan Aktivitas Kampus sebagai Ruang Belajar di Luar Kelas

Example_News.webp Berita

Peraih IPK Tertinggi TMM ITK, Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang

Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang

Example_News.webp Prestasi

Joyce Felecya Sitinjak, Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang

Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami