Detail Berita

Satu Dashboard, Tiga Inovasi: Putri Nabila Hadirkan Cara Baru Memahami Rupiah

Muhammad Nurhidayatur Rozikin 30 Juli 2026 14.15 27 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

BALIKPAPAN — Prestasi tidak hanya berbicara tentang piala atau gelar juara, tetapi juga tentang gagasan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut ditunjukkan oleh Putri Nabila Safitri, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) angkatan 2025, melalui inovasi digital bertajuk ARUNGI LENTERA. Dalam ajang Championship Duta Muda Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Putri berhasil meraih Juara Favorit dan Harapan I Duta Muda CBP Rupiah 2026. Di balik pencapaian tersebut, Putri membawa gagasan yang berangkat dari persoalan sederhana tetapi penting: masih banyak masyarakat yang mengenal Rupiah hanya sebagai alat pembayaran. Padahal, Rupiah juga memiliki fungsi strategis sebagai simbol identitas, kedaulatan, dan pemersatu bangsa.

Literasi Rupiah dalam Satu Ekosistem Digital

Untuk menjawab tantangan tersebut, Putri mengembangkan ARUNGI LENTERA, singkatan dari Literasi Nusantara tentang Rupiah. Inovasi ini dirancang sebagai platform edukasi digital yang mengintegrasikan tiga media pembelajaran, yaitu website edukasi, permainan interaktif, dan e-book digital, ke dalam satu dashboard. Melalui website edukasi, pengguna dapat mempelajari sejarah dan fungsi Rupiah, mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang) serta memahami unsur budaya, flora, fauna, dan tokoh nasional yang ditampilkan pada uang Rupiah.

Materi tersebut tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dikemas melalui infografis, ilustrasi, video, dan animasi. Pendekatan ini membuat pembelajaran mengenai Rupiah menjadi lebih mudah dipahami, terutama oleh generasi muda yang telah terbiasa menggunakan media digital. Sementara itu, permainan edukatif di dalam ARUNGI LENTERA menghadirkan kuis dan tantangan untuk mengenali ciri keaslian Rupiah. Pengguna tidak sekadar membaca materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Adapun e-book digital disediakan sebagai bahan pembelajaran yang lebih lengkap. Media ini dapat digunakan secara mandiri maupun sebagai pendamping kegiatan edukasi di sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai ruang sosial lainnya.

Memperluas Akses Edukasi CBP Rupiah

Salah satu dampak yang ingin diwujudkan melalui ARUNGI LENTERA adalah terbukanya akses edukasi CBP Rupiah yang lebih luas. Karena berbasis digital, materi dapat dipelajari kapan saja dan tidak terbatas pada kegiatan sosialisasi secara tatap muka. Konsep “satu dashboard, tiga inovasi” juga memungkinkan pengguna memperoleh pengalaman belajar yang lebih terintegrasi. Mulai dari mengakses materi, memainkan permainan edukatif, mengikuti evaluasi, memantau perkembangan belajar, hingga memperoleh sertifikat digital dapat dilakukan melalui satu platform.

Dengan sistem tersebut, ARUNGI LENTERA berpotensi menjadi media pendukung bagi Bank Indonesia, sekolah, perguruan tinggi, guru, mahasiswa, komunitas, dan relawan edukasi dalam menyampaikan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah secara lebih konsisten. Lebih dari itu, inovasi ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami cara menggunakan Rupiah, tetapi juga menjaga, merawat, dan menempatkan Rupiah sebagai bagian dari identitas nasional.

Dari Pengguna Menjadi Agen Edukasi

Putri menilai bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memperluas literasi Rupiah di tengah masyarakat. Melalui media digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, informasi mengenai Rupiah dapat disampaikan dengan cara yang lebih relevan dan mudah diterima.

“Saya ingin berkontribusi sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di kalangan generasi muda dan masyarakat,” ungkap Putri.

Keikutsertaannya dalam Duta Muda CBP Rupiah juga menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kebijakan Bank Indonesia, literasi keuangan, serta peran seorang duta sebagai edukator. Sebelum mengikuti seleksi, Putri mempersiapkan diri dengan mempelajari materi CBP Rupiah, mengembangkan gagasan inovatif, serta berlatih presentasi dan menghadapi sesi tanya jawab. Melalui ARUNGI LENTERA, Putri menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran dalam menjawab persoalan literasi melalui kompetensi akademik dan pemanfaatan teknologi. Inovasi tersebut bukan sekadar karya untuk perlombaan, tetapi sebuah gagasan yang dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak berkelanjutan.

Prestasi Putri menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba, kepekaan melihat permasalahan, dan kemauan menghadirkan solusi dapat melahirkan karya yang bermanfaat. Dari satu dashboard digital, ia membawa satu tujuan besar: mewujudkan generasi Indonesia yang semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Berita Terbaru

Example_News.webp Inovasi
Example_News.webp Penelitian dan Pengabdian

Mahasiswa ITK Hadirkan Website Reservasi untuk Dorong Digitalisasi Wisata Tanjung Gading

Mahasiswa ITK Hadirkan Website Reservasi untuk Dorong Digitalisasi Wisata

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami