Interaksi Perilaku Pengunjung dan Potensi Daya Tarik Ruang Publik untuk Struktur Ruang Kota Balikpapan

by | Jan 23, 2024 | Berita-ITK, Informasi ITK, Kegiatan-ITK, KKN ITK, Penelitian-ITK, Pengabdian-ITK

Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui tiga orang dosen Perencanaan Wilayah dan Kota dan satu mahasiswa melaksanakan penelitian “Kajian Struktur Kota Balikpapan berdasarkan Interaksi Daya Tarik Branding Ruang Publik dan Perilaku Pengunjung”. Penelitian Tim Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITK tersebut lolos pendanaan Penelitian Sumber Daya Kalimantan Tahun ke 2. Ketiga dosen tersebut adalah Mega Ulimaz, S.T., M.T., Elin Diyah Syafitri, S.T., M.Sc., dan Dwiana Novianti Tufail, S.T., M.T.. serta satu orang mahasiswa yaitu Diszha Ratmananda. 

Latar belakang dari penelitian ini adalah Kota Balikpapan memiliki berbagai ruang publik mulai dari ruang terbuka hijau publik hingga mall yang dimanfaatkan sebagai ruang publik. Ketersediaan ruang publik di Kota Balikpapan sering dimanfaatkan masyarakat kota Balikpapan untuk beraktivitas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lainnya.  Masyarakat Balikpapan cenderung mengunjungi suatu ruang publik hanya untuk tempat bersantai dan rekreasi bersama teman dan keluarga di salah satu ruang terbuka hijau publik. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan perilaku dan pola interaksi masyarakat yang mulai terlihat akibat berkembangnya berbagai aktivitas dalam suatu ruang publik. Banyaknya pembangunan kota untuk menciptakan ruang publik baru seperti mall, perkantoran, dan apartemen mengakibatkan tata ruang kota yang menjadi tidak teratur. Masyarakat yang sibuk bekerja dapat mendapatkan seluruh aktivitas saat berada di mall secara bersamaan seperti bekerja, berbelanja dan rekreasi. Hal ini disebabkan karena pembangunan hanya bertujuan untuk menarik pengunjung ke dalam bangunan sehingga pengunjung dapat beraktivitas bebas di dalamnya. Berkembangnya suatu ruang publik mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku dalam ruang publik karena dipengaruhi daya tarik yang dimiliki.

Berdasarkan isu dan dinamika di atas, maka dilakukan suatu kajian atau penelitian mengenai pola interaksi ruang publik berdasarkan daya tarik dan perubahan perilaku di Kota Balikpapan. Ruang publik tertutup dengan daya tarik yang memiliki nilai sangat tinggi antara lain Lapangan Foni, Hutan Mangrove Graha Indah, Kebun Raya Balikpapan, Pantai Lamaru, Lapangan Merdeka, Pantai Kilang, Grand City dan Taman Bekapai. Ruang publik tertutup yang memiliki daya tarik sangat tinggi antara lain Plaza Balikpapan, Balikpapan Super Block dan Pasar Klandasan. Ruang publik yang paling banyak memiliki perubahan perilaku yaitu Balikpapan Super Block dan Mall Plaza Balikpapan, sedangkan yang paling sedikit berubah adalah BSCC Dome, Wisata Meranti, Transmart Balikpapan dan Mall Gajah Mada.

C:\Users\ASUS\Downloads\umm.png

Gambar Peta Interaksi Daya Tarik Ruang Publik dan Perubahan Perilaku di Kota Balikpapan

Interaksi tertinggi berdasarkan daya tarik dan perubahan perilaku berada Kecamatan Balikpapan Kota sebagai pusat perkotaan karena jaringan interaksi pada aktivitas antar ruang publik yang semakin tebal dan betumpuk mengindikasikan bahwa terjadi interaksi yang lebih besar antar ruang publik. Sedangkan, jaringan interaksi yang terjadi pada Kecamatan Balikpapan Utara, dan Kecamatan Balikpapan Timur yang cenderung memiliki garis jaringan yang tipis dan tidak bertumpuk dibandingkan kecamatan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa ruang publik tersebut memiliki interaksi yang terjadi antar ruang publik tetapi tidak terlalu tinggi. 

Output dari kegiatan penelitian ini adalah Peta Interaksi Daya Tarik Ruang Publik dan Perubahan Perilaku di Kota Balikpapan yang sedang dalam proses pengajuan hak cipta. Penelitian tahun ke-2 ini juga diharapkan dalam berlanjut ke tahun ke-3 dengan tambahan analisa ketahanan energi kota sebagai unsur interaksi yang baru.

Bagikan Yuk :
Skip to content