ITK Adakan Workshop Menulis Artikel Populer

by | Nov 22, 2022 | Aktifitas Mahasiswa, Berita-ITK, Informasi ITK, Kegiatan-ITK

Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan mengadakan workshop menulis artikel populer pada 22 november 2022. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat LPPM gedung Labterpadu ITK. Workshop yang diadakan mengusung tema mengembangkan kreatifitas dan karakter seorang penulis dalam menulis di era digital. Pada kesempatan tersebut yang menyampaikan materi adalah bapak H.M Rizal Effendi S.E, beliau merupakan mantan walikota Balikpapan ke-10 dan Pemimpin redaksi harian Kaltim Post Balikpapan (1995-2006).

Acara workshop tersebut diawali dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Nabila Khaerunnisa selaku Koordinator Rumpun Hubungan masyarakat. Pada sambutannya Nabila menyampaikan terkait pentingnya pengetahuan menulis bagi seluruh civitas akademik ITK. “Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan civitas akademik ITK dalam hal menulis artikel” ungkap Nabila. Serta dilanjutkan dengan sambutan oleh Prof. Budi Santosa Ph.D selaku rektor Institut Teknologi Kalimantan yang snagat mngapresiasi kegiatan ini, karena kegiatan menulis sangatlah penting dalam dunia pendidikan di ITK ini. Seluruh civitas akademik ITK tidak pernah lepas dari yang namanya membaca dan menulis. Kedepannya semoga kegiatan ini dapat berlangsung terus menerus untuk mengembangkan semnagat menulis bagi seluruh civitas yang ada di Institut Teknologi Kalimantan. Setalah sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh bapak Rizal.

“Bagi kalangan perguruan tinggi setidaknya ada dua model penulisan. Ada penulisan ilmiah yang biasanya berupa skripsi, tesis, dan buku atau jurnal. Ada penulisan ilmiah populer, yang biasanya untuk konsumsi umum, sehingga ditulis lebih ringkas dan lebih mudah dipahami” ungkap Rizal. Selain itu pak Rizal memaparkan terkait bahasa jurnalistik. Bahasa jurnalistik ialah bahasa yang mudah dipahami, tidak mengenal diskriminasi, senantiasa menghindari penggunaan diksi atau pemilihan kata yang diasumsikan tidak sopan, sadis, vulgar atau mengumbar selera rendah. Kemudian pak Rizal menyebut 16 ciri utama Bahasa Jurnalistik, yaitu Singkat, padat, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis (tidak ada kasta), populis, logis, gramatikal (sesuai bahasa baku), menghindari kata tutur (percakapan di warung kopi, bus kota atau di pasar), menghindari kata dan istilah asing, pemilihan diksi atau kata yang tepat, kalimat aktif, menghindari kata-kata teknis (misalnya teknis kedokteran/harus ada penjelasan) dan sesuai dengan kaidah etika atau EYD.

Dalam menulispun memerlukan struktur penulisan tersendiri, yang dikenal dengan istilah piramida terbalik (inverted pyramid). Setelah judul, maka bagian terpenting ditulis di bagian atas atau di teras berita (lead), kemudian makin ke bawah memuat informasi yang tidak terlalu penting. Sehingga tidak dibaca pun tidak apa-apa. Atau kalau mau dipotong karena kepanjangan, tidak mengganggu pesan yang disampaikan. Tulisan juga jadi menarik dan diperlukan orang, jika temanya kontekstual. Ada kaitan dengan peristiwa yang lagi hangat dan viral. Atau berkaitan peringatan hari besar atau event-event tertentu, yang bernilai besar atau drama.

Gambar Penyerahan Plakat

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian plakat oleh Nabila kepada Bapak Rizal sebagai apresiasi telah memberikan materi dan memberikan ilmunya terkait kepenulisan artikel populer.

Humas Institut Teknologi Kalimantan

#KampusMerdeka

Bagikan Yuk :
Skip to content