Balikpapan - Dosen ITK Tekankan Kesadaran Proses dan Kompetensi Internal. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membawa perubahan signifikan terhadap pola belajar mahasiswa di perguruan tinggi negeri. Pemanfaatan Large Language Model (LLM) yang semakin luas menuntut mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tujuan dan proses belajar secara reflektif. Hal ini disampaikan oleh Agus Rifani, dosen Fisika di Institut Teknologi Kalimantan, dalam pandangannya mengenai pembelajaran di era digital.
Menurutnya, langkah awal dalam proses belajar adalah mengenali kebutuhan diri sebagai pembelajar, seperti penguasaan kompetensi, pemahaman materi, pencarian umpan balik, maupun diskusi akademik. Pemanfaatan teknologi AI seharusnya diarahkan sesuai kebutuhan tersebut agar tidak sekadar menjadi alat pencari jawaban, tetapi berfungsi sebagai pendukung proses berpikir dan pengembangan pemahaman.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar yang efektif tidak selalu berlangsung cepat dan tanpa kesalahan. Kesalahan justru menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi internal mahasiswa. Dengan mencoba, mengevaluasi, dan merefleksikan kesalahan, mahasiswa dapat memperkuat pemahaman konsep secara lebih mendalam. Dalam konteks ini, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menguji pemahaman, memberikan kritik, atau mengevaluasi jawaban, bukan hanya menyediakan solusi instan.
Selain itu, perubahan menuju era sistem AI yang semakin otonom menuntut mahasiswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan memilah informasi, memberikan perspektif, serta mengevaluasi hasil menjadi aspek penting yang harus dikembangkan. Penguatan kesadaran metakognitif juga diperlukan agar mahasiswa tidak hanya mengingat informasi, tetapi mampu memahami proses belajar yang dijalani.
Penting pula bagi mahasiswa untuk tetap melatih kemampuan dasar seperti membaca kritis, menulis analitis, serta berpartisipasi dalam kegiatan kolaboratif maupun eksperimen lapangan. Pengalaman nyata tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi, karena berperan dalam membentuk keterampilan sosial dan profesional. Di sisi lain, literasi digital seperti pemahaman teknik prompting dan pemanfaatan model AI untuk pembelajaran personal tetap menjadi kompetensi yang relevan di era saat ini.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu mengembangkan sikap sebagai pembelajar sepanjang hayat yang mampu mengelola pengetahuan secara sadar dan terarah. Pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan menyelesaikan kurikulum akademik, tetapi juga membangun karakter intelektual yang adaptif terhadap perubahan. Dengan keseimbangan antara pengalaman langsung dan pemanfaatan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi individu yang kritis, reflektif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme Tinggi, ITK Open House 2026 Ditutup dengan 2.560 Pengunjung
ITK Open House 2026 Catat 2.560 Pengunjung pada Penutupan Kegiatan
AI, Jalan Pintas atau Jalan Belajar? : Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
Refleksi Pembelajaran Mahasiswa di Era Kecerdasan Buatan
ReGen Talks ITK Mengajar: Belajar Cerdas untuk Masa Depan Gemilang
Komunitas ITK Mengajar kembali menghadirkan program inspiratif ReGen Talks (Regeneration Talks) untuk semua sobat pendidikan