ITK dan BPPT Menggelar Diskusi Pembangunan National Science and Techno Park (NSTP)

Mahasiswa ITK Optimis Kaltim Bisa Jadi Poros Maritim Dunia
11/12/2015
Masa Perwalian Mahasiswa dan Pelaksanaan FRS
05/01/2016
Tunjukkan semua

ITK dan BPPT Menggelar Diskusi Pembangunan National Science and Techno Park (NSTP)

SAMARINDA – Keberadaan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, terutama dengan adanya Jurusan Sains, Teknologi Pangan, Kemaritiman dan Teknik Perkapalan dapat mendukung pemerintah untuk memajukan kemaritiman Kaltim dan kemajuan Indonesia pada umumnya.

Hadirnya ITK melalui Jurusan Sains, Teknologi Pangan, Kemaritiman dan Teknik Perkapalan dapat membangun wawasan dan pengalaman putra-putri asal Kaltim untuk melakukan observasi serta bereksplorasi di bidang kemaritiman.

“Kami yakin, adanya ITK khususnya melalui Jurusan Sains, Teknologi Pangan, Kemaritiman dan Teknik Perkapalan mampu menjadi kunci untuk memajukan sektor maritim di Kaltim. Bahkan selama menjalani pendidikan di ITK mahasiswa dapat bertukar pikiran, duduk bersama membahas permasalahan kemaritiman dan strategi pemecahannya di daerah,” kata Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan ITK, Satria Jaya Negara di Samarinda, Kamis (10/12).

Banyaknya pelajaran dan pengalaman yang didapatkan saat menjalani pendidikan di ITK, menurut Satria Jaya sudah cukup bagi para mahasiswa nantinya untuk menjadi agen perubahan untuk memajukan sektor maritim di Negara ini dan mewujudkan poros maritim dunia.

Karena itu, Satria berharap Pemprov Kaltim juga lebih memperhatikan sektor kemaritiman. Mengingat potensi Kaltim yang sangat berlimpah untuk sektor perikanan dan kelautan. Bahkan material untuk penunjang industri perkapalan seperti kayu dan baja, termasuk potensi pariwisata bahari di Kepulauan Derawan.

“Hal ini juga karena kami telah melihat bagaimana perkembangan kemaritiman di Sulawesi Barat ketika ajang International Maritime Youth Program (IMYP) 2015 yang  diselenggarakan Universitas Sulawesi Barat sejak 30 November hingga 9 Desember 2015,” jelasnya.

Menurut dia, ketika menghadiri kegiatan tersebut sebagai delegasi mahasiswa Kaltim bersama mahasiswa Jepang, China, Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura serta mahasiswa se-Indonesia lainnya, mereka juga mengikuti workshop tentang segala permasalahan maritim dan strateginya, law perspective in maritime, rehabilitation of coral reef ecosystem serta tentang budaya adat Suku Mandar yang  merupakan salah satu suku yang berorientasi maritim dalam membangun kapal, berlayar dan beraktivitas di laut.

“Dengan melihat kondisi dan perkembangan kemaritiman di Sulawesi Barat, saya yakin Kaltim mampu menjadi poros maritim dunia di masa depan,” jelasnya. (hmsprov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *