ITK dan Universitas Indonesia Jalin Kerjasama di Bidang Teknik Material dan Metalurgi

Undangan Donasi Pembangunan Masjid Raya ITK
29/12/2016
Solar Desalination Plant Atasi Kebutuhan Air Bersih di Wilayah Pesisir
30/12/2016
Tunjukkan semua

ITK dan Universitas Indonesia Jalin Kerjasama di Bidang Teknik Material dan Metalurgi

ITK News Office │Kerjasama

Balikpapan – Program Studi Teknik Material dan Metalurgi (TMM) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Teknik Material Universitas Indonesia sepakat melakukan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kerjasama ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilakukan Koordinator Program Studi TMM ITK, Yunita Triana, dan Ketua Jurusan Teknik Material UI, Sri Harjanto di Kampus ITK pada Senin, 19 Desember 2016.

“Ini sebagai bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, pengajaran, dan penelitian, khususnya pada program studi Teknik Material dan Metalurgi ITK,” kata Yunita. Acara penandatangan kerjasama ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ITK, Subchan.

Menurut dosen asal Balikpapan ini, kerjasama ini menguntungkan ITK yang akan belajar banyak dari UI yang lebih dulu membuka program studi Teknik Material dan Metalurgi. “Mereka juga mempersilakan mahasiswa ITK yang menyusun TA mendapat bimbingan dari dosen UI, mempersilakan mahasiswa dan dosen ITK menggunakan sarana alat laboratorium dan juga konsultasi dengan ahli-ahli yang dimiliki UI,” ujarnya.

Ruang lingkup kerjasama meliputi Tri Dharma pendidikan, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam nota kesepakatan disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat saling memberikan bantuan dalam bentuk kerjasama aktivitas akademis seperti seminar, diskusi, dialog, publikasi ilmiah, dan lainnya; bantuan tenaga pengajar; bantuan tenaga ahli atau profesional; dan studi banding dalam rangka pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.

Ketua Jurusan Teknik Material UI, Sri Harjanto mengatakan UI mendukung upaya ITK dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Indonesia bagian timur. Ia berharap kerjasama tersebut dapat meningkatkan publikasi ilmiah kedua peguruan tinggi dalam ilmu-ilmu keteknikan material dan metalurgi, yang pada akhirnya bisa berguna bagi masyarakat.

“Keilmuan Teknik Material dan Metalurgi mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Kami ingin daerah di luar Pulau Jawa juga turut menjadi penggerak pengembangan penelitian dan keilmuan ini,” kata Sri.

Sri yang juga menyampaikan kuliah tamu dalam acara penandatangan tersebut menjelaskan bahwa bisnis terbesar yang ada di Indonesia saat ini adalah metalurgi manufaktur. Ahli-ahli material dan metalurgi sangat dibutuhkan industri manufaktur. “Dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kita tidak ingin nantinya tenaga ahli ini diisi oleh profesional dari negara lain,”kata Sri penuh semangat.

Sri mendorong mahasiswa dan dosen ITK yang hadir untuk terus meningkatkan kualitas diri, mengembangkan penelitian-penelitian terbaru di bidang teknik material yang berguna bagi industri manufaktur untuk kemajuan bangsa.

Ridho Jun Prasetyo │ Humas ITK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *