Detail Berita

Kampus sebagai Lokomotif Peradaban: Rektor ITK Dorong Transformasi SDM Berbasis Inovasi

Humas ITK 24 April 2026 16.54
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Samarinda - Perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, tetapi harus mampu menjadi penggerak utama perubahan. Hal ini ditegaskan oleh Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Dr. rer. nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan V dan VI Tahun 2026 di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) LAN RI Samarinda, Jumat (24/04/2026).

Dalam ceramah bertajuk “Kampus sebagai Lokomotif Peradaban: Transformasi SDM dan Inovasi untuk Kesejahteraan Nasional”, Rektor ITK menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun daya saing bangsa melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi berkelanjutan.

“Kampus harus menjadi engine of growth tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menyiapkan human capital yang kreatif, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Dari Tri Dharma ke Dampak Nyata

Dalam paparannya, Rektor ITK menjelaskan bahwa Tridharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dan berorientasi pada dampak.

Pendidikan menjadi fondasi pembentukan karakter dan kompetensi, penelitian menjadi sumber inovasi, sementara pengabdian memastikan ilmu yang dihasilkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pendekatan ini diperkuat melalui konsep kolaborasi hexa-helix, yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, komunitas, dan media. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk mempercepat hilirisasi riset serta menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Riset yang Berdampak, Bukan Sekadar Publikasi

Rektor ITK juga menyoroti pentingnya transformasi riset di perguruan tinggi. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti pada publikasi akademik semata, tetapi harus mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Beberapa fokus yang ditekankan meliputi:

  • Hilirisasi riset, agar hasil penelitian dapat diimplementasikan langsung 
  • Kemandirian teknologi, untuk mengurangi ketergantungan impor 
  • Pemanfaatan potensi lokal, sebagai basis pengembangan ekonomi daerah 

“Riset harus keluar dari rak perpustakaan dan hadir di tengah masyarakat sebagai solusi,” tegasnya.

Pengabdian sebagai Jembatan Ilmu dan Masyarakat

Selain riset, aspek pengabdian juga menjadi perhatian utama. Kampus diharapkan hadir secara langsung dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui:

  •  Pendampingan UMKM dan koperasi 
  •  Transfer teknologi tepat guna ke desa 
  •  Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal 

Peran ini menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga mitra strategis pembangunan.

Membangun SDM Unggul untuk Masa Depan

Melalui forum ini, Rektor ITK mengajak para CPNS sebagai generasi aparatur negara untuk memahami pentingnya inovasi, kolaborasi, dan integritas dalam menjalankan tugas.

Dengan bekal pemahaman tersebut, diharapkan lahir ASN yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan bangsa.

Sinergi untuk Indonesia yang Lebih Maju

Kegiatan yang diselenggarakan oleh LAN RI ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan antara dunia akademik dan pemerintahan. Kehadiran ITK sebagai narasumber mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas aparatur negara.

Melalui kolaborasi lintas sektor, transformasi SDM dan inovasi diharapkan mampu menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

Pelaksanaan Latsar CPNS Gelombang II Angkatan IV: ITK Raih Prestasi Gemilang

Pelaksanaan Latsar CPNS Gelombang II Angkatan IV

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami