Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui tim yang beragung dalam KKN ikut serta dalam menjaga ekosistem mangrove. Kegiatan dilakukan di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove, Jalan AMD Gg 4 Kelurahan Margo Mulyo. Kawasan hutan mangrove di Kelurahan Margo Mulyo memiliki potensi sebagai sektor wisata alam/ekoturisme. Kegiatan ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungannya sekaligus meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Namun, salah satu permasalahan yang cukup meresahkan di kawasan hutan mangrove itu sendiri.

Limbah merupakan salah satu permasalahan di kawasan konservasi Mangrove Margo Mulyo, seperti limbah plastik, limbah rumah tangga di sekitar kawasan konservasi dan limbah organik dari pohon mangrove. Oleh karena itu, kelompok KKN-T Mangrove Margo Mulyo memberikan sebuah solusi yaitu memberikan pengarahandan inovasi tentang cara mengolah dan memanfaatkan limbah di kawasan mangrove tersebut menjadi lebih berguna dan menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan di kawasan mangrove tersebut.

Kegiatan ini terdiri dari 3 program yaitu Sosialisasi, Pelatihan Kerajinan Olahan Limbah dan Pameran Kerajinan Olahan Limbah. Pada program pertama yaitu Sosialisasi, dimana pada kegiatan ini kelompok KKN-T Mangrove Margo Mulyo menghimbau kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pada sosialisasi ini juga disampaikan terkait program KKN yang akan dilaksanakan oleh kelompok KKN-T Mangrove Margo Mulyo. Program kedua yaitu Pelatihan Kerajinan Olahan Limbah. Dalam kegiatan ini, kelompok KKN-T Mangrove Margo Mulyo bekerja sama dengan Kelompok Bank Sampah Kota Hijau yang diketuai oleh Pak Abdul Rahman. Pelatihan yang diajarkan yaitu olahan limbah plastik yang dapat dijadikan kerajinan seperti tas belanja, topi, baju adat dan masih banyak lagi. Selain itu, dalam kegiatan ini Pak Abdul juga menginfokan mengenai cara pembuatan ecoenzim yang berasal dari Limbah Organik (Buah-buahan, Sayur-sayuran dan lainnya), yang bisa diolah menjadi sabun, pembersih makanan dan lainnya. Lalu program yang ketiga yaitu Pameran Kerajinan Olahan Limbah yang mana kerajinan itu sendiri diperoleh dari hasil program kedua yaitu Pelatihan Kerajinan Olahan Limbah. Selain itu, Kelompok Bank Sampah Kota Hijau juga turut memamerkan kerajinan yang mereka bawa. Dalam kegiatan Pameran ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, Forum Duta Lingkungan Hidup, Pak Lurah, Babinsa, dan warga Kelurahan Margo Mulyo.

“Harapan dari kegiatan ini adalah masayarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat menambah penghasilan melalui kerajinan olahan limbah yang bisa dipasarkan, serta Kawasan Konservasi Hutan Mangrove dapat menjadi objek wisata yang diminati oleh para pengunjung khususnya warga Kota Balikpapan” ungkap Setfani.

Beberapa warga memiliki harapan yaitu pembentukan kembali Bank Sampah di Kelurahan Margo Mulyo. Oleh karena itu, untuk KKN di tahun berikutnya mungkin bisa dijadikan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa ITK ke masyarakat.

#KampusMerdeka

Humas Institut Teknologi Kaliman

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •