Keseruan Mengikuti Pertukaran Pelajar di Amerika Serikat

ITK News I Pertukaran Mahasiswa

Washington – Kurang lebih 4 bulan, September sampai Desember 2018, saya tinggal di Amerika Serikat tepatnya di kota kecil bernama Ellensburg yang berjarak sekitar dua jam dari kota besar, Seattle, di Negara bagian Washington. Saya diberi kesempatan untuk dapat melakukan pertukaran pelajar ke Amerika Serikat di sebuah perguruan tinggi bernama Central Washington University (CWU).

 

Kesempatan ini berasal dari program bernama Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD), yaitu sebuah beasiswa pertukaran pelajar yang prestisius bagi mahasiswa S1 ke Amerika Serikat. Program ini disponsori oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang dikelola oleh World Learning. Pendaftaran dilakukan di Indonesia melalui American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Program ini selalu ada setiap tahunnya dengan pendaftaran yang dapat dilakukan dari 1 November – 31 Desember 2018. Pada tahun 2018 saya terpilih bersama 4 rekan saya yang berasal dari universitas yang berbeda mewakili Indonesia untuk mengikuti program Global UGRAD tersebut.

 

Layaknya mahasiswa baru pada umumnya saat saya pertama kali sampai di CWU saya disambut dengan hangat oleh civitas akademika kantor urusan mahasiswa internasional. Mereka sangat ramah sekali menyambut kami para peserta Global UNGRAD 2018. Ada masa orientasi yang dilakukan selama seminggu, berupa tur keliling kampus, serta informasi teknis mengenai cara mengisi rencana studi mata kuliah secara online, dan juga pengenalan terhadap kehidupan di asrama dan di luar kampus (ekstra-kulikuler, volunteering/sukarelawan). Selama orientasi itu saya bisa bertemu rekan-rekan mahasiswa dari negara lain, serta kakak tingkat yang dengan senang hati memberi materi serta menjawab segala pertanyaan dari kami.

 

Minggu awal perkuliahan pun dimulai. Perasaan takut tidak bisa mengikuti pelajaran pun timbul. Saya mengambil 2 mata kuliah prodi sendiri (Sistem Informasi), 1 mata kuliah American Studies (Studi Amerika), dan 1 mata kuliah pilihan di luar prodi dan American Studies. Dari semua mata kuliah tersebut, American Politics (Politik Amerika) merupakan yang tersulit bagi saya. Di mata kuliah ini saya belajar dari Konstitusi Amerika sampai dengan Sistem Pemilihan Umum Amerika, beserta media kampanye.

 

Banyak sekali istilah-istilah yang saya tidak ketahui khususnya sistem pemerintahan Amerika Serikat yang berbeda sekali jika di bandingkan dengan Indonesia. Ditambah beban membaca buku-buku (reading materials) yang harus dibaca setiap minggunya. Semua itu pasti membuat siapa saja frustasi. Untungnya profesor mata kuliah ini baik sekali, dan mudah untuk diajak berdiskusi di luar jam mata kuliah sehingga ini memudahkan saya untuk bisa tetap mengikuti pelajarannya.

 

Selain fokus terhadap akademik kampus, saya selalu menyediakan waktu untuk berjalan-jalan menjelajahi area sekitar yang tidak terlalu jauh, cukup kota yang berbeda saja. Dalam program Global UGRAD, mahasiswa juga dituntut untuk bisa berperan aktif di masyarakat. Program ini mewajibkan saya untuk melakukan kegiatan sukarelawan di sekitar area kampus. Untungnya kampus saya memudahkan saya untuk mendapatkannya melalui organisasi Center of Leadership and Community Engagement (CLCE). Dalam program ini saya melakukan kegiatan seperti bekerja di foodbank dan community garden. Kegiatan lain di luar kampus yang saya ikuti seperti mengikuti konfrensi Business and Marketing 2018 (BAM) di Richland, Washington. Pada konfrensi ini saya diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai sesi paralel yang sangat menarik dengan pembicara yang inspiratif.

 

Agenda terakhir sebagai bagian dari program Global UGRAD yaitu End of The Program (EOP) Workshop di Washington, DC. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yang diisi dengan berbagai macam kegiatan yang sangat menarik dan bermanfaat untuk membangun pola pikir dan softskill untuk menjadi pemimpin masa depan. Tidak lupa saat saya berada di Washington DC, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke kedutaan besar Indonesia, rasanya luar biasa seperti kembali ke rumah sendiri walaupun sedang berada di negeri orang.

 

Akhir kata, keseluruhan pengalaman saya dalam pertukaran mahasiswa program Global UGRAD ini sangat luar biasa dan pastinya sangat sulit dilupakan dan berkesan bagi diri saya. Ini adalah kali pertama saya menginjakan kaki di negara yang berbeda. Saya belajar melihat dari kacamata perspektif yang berbeda, bukan dari sudut pandang saya sendiri, namun dari sudut pandang orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda. Dalam program ini juga saya bertemu banyak teman baru dari berbagai negara, mereka semua luar biasa dan sangat potensial menjadi generasi penerus dan pemimpin bangsa di masa depan.

-end-

Yeremia Sitinjak untuk Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *