Listrik Tiada, Alat Nganggur: Mahasiswa ITK Terpaksa Praktik di BLKI Sepinggan

Balikpapan – Tidak adanya ketersediaan listrik sangat meresehkan para mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Terlebih dosen yang memerlukan setrum untuk menggerakkan alat peraga, pasti turut terhambat dalam proses perkuliahan. Masalah makin pelik, setelah gedung kedua kampus di KM 13, Karang Joang ini dalam waktu dekat rampung.

Seperti halnya gedung pertama, gedung kedua yang terdiri dari 4 lantai dan 36 kelas ini dilengkapi sarana dan prasarana pendukung perkuliahan. Misalnya komputer, AC, alat-alat di laboratorium, dan ruang tenaga kependidikan. Sayangnya semua itu belum bisa dioperasikan karena tak adanya pasokan listrik.

Sejak diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014 sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pasokan listrik di ITK masih memprihatinkan. Praktis mereka hanya mengandalkan generator set (genset) yang memiliki daya listrik terbatas. Ketiadaan listrik PLN ini menjadi hambatan besar bagi berlangsungnya proses perkuliahan.

Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Sistem Tenaga Teknik Elektro ITK, Yanuar Mahfudz turut mengeluhkan ketiadaan pasokan listrik. Ruang laboratorium yang ia tangani sebenarnya telah lengkap sarana pendukungnya, seperti osilator, modulator, dan komputer berteknologi tinggi.

Namun, ia tidak berani menjalankannya jika jaringan listrik masih menggunakan genset. “Listrik dari genset sangat tidak stabil dan kurang besar dayanya. Ini berbahaya, karena bisa merusak alat laboratorium,” katanya. Untuk menyiasati, kegiatan penelitian maupun praktikum mahasiswa harus dilakukan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Sepinggan.

Sebelumnya, Kampus ITK memiliki 18 ruang kelas dan 1 aula serbaguna berkapasitas 200 orang. Gedung ITK I memerlukan pasokan listrik 400 ribu watt. Sementara gedung tambahan yang baru terbangun perlu pasokan 350 ribu watt. Selama ini, operasional masih menggunakan genset pinjaman dari pemkot.

Belum masuknya pasokan listrik dari PLN lantaran pemkot belum membangun transmisi jaringan listrik menuju kampus. Kendala salah satunya soal lahan yang sulit dibebaskan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian dan Kerjasama ITK, Subchan menambahkan Gedung ITK II yang siap beroperasi ini memiliki 36 ruang kelas yang dapat menampung 1.500 mahasiswa.

Saat ini, ITK memiliki 600 mahasiswa aktif dan pada 2016 akan merekrut 800 mahasiswa. Selain itu, berencana membuka tiga program studi baru, yakni Teknik Industri, Informatika, dan Teknik Lingkungan. “Kami siap tancap gas menjadi universitas terbaik dan terbesar se-Asia,” imbuhnya. (*/rsh/rom/k15) (Humas ITK).

Sumber: Kaltim Post Cetak Edisi Rabu, 6 Januari 2016 hal. 24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *