Detail Berita

Investasi Saham Tambang: Strategi Rasional Menghadapi Dinamika IKN

Humas ITK 23 Januari 2026 12.53
Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Investasi saham di sektor pertambangan semakin menarik perhatian seiring pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Namun, di tengah peluang tersebut, investor kerap dihadapkan pada tantangan utama berupa fluktuasi pasar dan keputusan emosional. Isti Kamila, M.Si., melalui penelitiannya, menegaskan bahwa musuh terbesar dalam investasi bukan hanya pergerakan pasar, melainkan ketakutan dan keserakahan investor itu sendiri.

Dinamika Investasi Saham Pertambangan di Kalimantan Timur

Peningkatan investasi pertambangan di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN mendorong minat investor terhadap saham sektor energi. Namun, volatilitas harga saham yang tinggi berpotensi menimbulkan risiko kerugian finansial. Menurut Isti Kamila, M.Si., kondisi ini menuntut investor untuk tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga memanfaatkan pendekatan analitis berbasis data dalam pengambilan keputusan investasi.

Pendekatan Analisis Fundamental dan Peramalan Harga

Dalam penelitiannya, Isti Kamila, M.Si. menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai kinerja saham serta Double Exponential Smoothing (DES) untuk meramalkan pergerakan harga saham. Hasil evaluasi DCF menunjukkan bahwa emiten ABMM dan BUMI tergolong undervalued sehingga memberikan sinyal beli, sementara BYAN berada pada kondisi overvalued yang mengindikasikan sinyal jual.

Perbedaan Tren dan Implikasinya bagi Investor

Dari sisi peramalan harga menggunakan DES dengan tingkat akurasi tinggi (MAPE < 10%), ditemukan perbedaan tren pergerakan saham. BUMI dan BYAN menunjukkan tren kenaikan, sedangkan ABMM justru mengalami tren penurunan. Temuan ini menyoroti karakteristik unik ABMM yang secara fundamental dinilai murah, namun secara tren jangka pendek menunjukkan pelemahan harga.

Isti Kamila, M.Si. menjelaskan bahwa kondisi tersebut memiliki implikasi berbeda bagi setiap tipe investor. Bagi investor jangka panjang, saham dengan nilai undervalued seperti ABMM dapat menjadi peluang akumulasi di harga diskon dengan harapan harga akan kembali ke nilai intrinsiknya. Sebaliknya, bagi trader yang mengandalkan momentum, tren penurunan merupakan sinyal risiko yang perlu dihindari.

Mengelola Investasi dengan Pendekatan Berbasis Data

Melalui hasil kajiannya, Isti Kamila, M.Si. menekankan pentingnya penggunaan metode analisis yang andal dalam menghadapi dinamika pasar saham, khususnya di sektor pertambangan yang terdampak langsung oleh pembangunan IKN. Pemanfaatan data historis dan model peramalan dinilai mampu membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

Menghadapi peluang besar di sektor pertambangan, investor diharapkan dapat meninggalkan keputusan berbasis intuisi semata dan mulai mengandalkan pendekatan analitis. Dengan demikian, risiko dapat dikelola secara lebih baik dan tujuan investasi jangka panjang dapat dicapai dengan lebih optimal.


Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Beasiswa
a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami