Mahasiswa ITK Ikuti Program Summer Course Mitigasi Ekologi ULM

ITK News I Kegiatan Mahasiswa

Banjarmasin – Kalimantan merupakan salah satu daerah penghasil barang tambang terbesar di Indonesia. Dengan berbagai macam jenis komoditas pertambangannya, berbagai perusahaan besar baik swasta maupun BUMN telah lama melakukan kegiatan ekplorasi tambang di pulau ini. Hal ini menyebabkan kegiatan reklamasi dan pascatambang menjadi penting untuk meminimalisir dampak pertambangan terhadap lingkungan.

 

Sadar akan pentingnya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kegiatan reklamasi ini, pada tanggal 3-13 Desember 2018 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan program Summer Course yang bertemakan “Mining Closure and Forest Rehabilitation in Ex-Mining Areas: Mitigation of Ecological Impact”. Pembukaan acara digelar di Aula Rektorat Lantai 1 Universitas Lambung Mangkurat dan turut dihadiri oleh Kepala Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional ITK, Irma Fitria, S.Si., M.Si.

 

Secara keseluruhan, program ini diikuti oleh 2 profesor, dan 11 mahasiswa dari Universitas Newcastle, Australia, serta 6 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, antara lain satu mahasiswa dari Kampus ITK Balikpapan, tiga mahasiswa dari Universitas Tanjungpura Pontianak, dan dua mahasiswa lainnya dari UPN Yogyakarta.

 

Perwakilan mahasiswa ITK yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Haidy Edith Mandalika (Program Studi Teknik Material dan Metalurgi/TMM 2015) mengaku merasa senang dan bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. “Programnya sangat bagus, karena gak hanya belajar tentang proses rehabilitasi lahan bekas tambang, tapi di sini kita juga bisa nambah koneksi, baik sesama pelajar Indonesia maupun dengan mahasiswa Australia”, ungkap Haidy.

 

Keikutsertaan Haidy tak lepas dari dukungan Yunita Triana, S.Si., M.Si selaku Koordinator Program Studi TMM ITK. Yunita Triana menggarisbawahi bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena disertai kunjungan langsung ke pelaku industri dalam hal ini perusahaan tambang terkait. “Ya dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya dapat mendorong tumbuhnya akselerasi ilmu seputar industri pertambangan serta menambah pemahaman lintas budaya bagi mereka yang terlibat di dalamnya”, jelasnya.

 

Selama kurang lebih 2 minggu program berlangsung, berbagai kegiatan berhasil dilaksanakan. Para peserta diajak melihat proses pendulangan Intan tradisional beserta proses pemolesannya di Martapura, Kalimantan Selatan. Tak ketinggalan, Peserta juga berkunjung ke tambang batubara milik PT. Adaro Indonesia (Tabalong) dan PT. Jorong Barutama Greston (Jorong). Selama kunjungan tersebut para peserta belajar bagaimana proses penambangan batubara, proses pengolahan air tambang, strategi penutupan dan penanaman lahannya, serta masih banyak lagi.

-end-

Haidy Edith Mandalika untuk Humas ITK

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Processed with VSCO with a6 preset

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *