Mahasiswa ITK Juara 1 Lomba Fotografi Lingkungan Pada Enviro Fair 2018

Olimpiade Matematika ITK Tingkat SMA/SMK/MA Se-Balikpapan 2018
05/11/2018
Tunjukkan semua

Mahasiswa ITK Juara 1 Lomba Fotografi Lingkungan Pada Enviro Fair 2018

ITK News I Prestasi Mahasiswa

 

Balikpapan – Dio Rizqi Ananda Maradeka Putra, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2015 Institut Teknologi Kalimantan (ITK), berhasil meraih Juara 1 Lomba Fotografi ‘Enviro Fair’ pada 28 Oktober 2018 di Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda. “Alhamdulillah, gak nyangka sebenarnya,” kata Dio saat ditemui di Kampus ITK, Selasa, 30 Oktober 2018.

 

Dio menceritakan, keikutsertaan pada lomba tersebut berawal dari ajakan temannya yang kebetulan menjadi panitia. “Saya segera menyanggupi meski waktu pendaftarannya mepet, ditambah sedang masa ujian tengah semester, tapi karena kebetulan sedang di Samarinda, kenapa tidak,” ujar alumni SMAN 1 Samarinda ini.

 

Kecintaannya pada seni fotografi dan video editing membuat Dio menunjukkan talentanya dalam berkarya. Hasil jepretannya yang ia beri judul ‘Lingkungan Yang Teradaptasi Oleh Manusia’ dengan latar belakang Sungai Karangmumus berhasil memukau para juri, mengungguli mahasiswa dari Unmul yang harus puas sebagai Juara 2, bahkan dari UGM yang berlapang dada di peringkat 3.

“Lingkungan Yang Teradaptasi Oleh Manusia” karya Dio Rizqi Ananda M.P.

Enviro Fair merupakan gelaran yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman. Sebuah ajang yang cukup bergengsi karena berskala nasional. ‘Lingkungan dalam lensa’ adalah tema lomba yang diusung panitia. Peserta diminta memilih satu dari tiga jenis sub-tema lingkungan, yakni air, tanah, atau udara.

 

“Saya memilih air dengan objek sungai karena ini adalah masalah krusial di Samarinda,” ujar pria kelahiran Samarinda, 14 Agustus, 21 tahun silam ini.

 

Berbekal kamera Canonnya, dan riset sederhana, Dio pun langsung terjun ke lapangan. “Kebetulan ketika saya melewati Sungai Karangmumus, sedang ada pembersihan sungai oleh petugas dan warga sekitar. Saya lalu ambil beberapa foto, dan menyerahkan satu foto yang terbaik,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Imam Asnawi dan Binti Masrurin.

 

Pemuda yang penuh talenta! Demikian kesan yang penulis dapatkan ketika menelusuri rekam jejak pejuang muda yang mengidolakan Nabi Muhammad SAW ini.

 

Semenjak SMA, hobinya pada seni olah digital yang ia tekuni secara otodidak ini mendorongnya mengikuti berbagai kompetisi baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun mancanegara. Dio bahkan menjadi salah satu wakil Indonesia pada kompetisi film pendek ASEAN English Olympic (AEO) 2014, Meraih penghargaan “The Most Favorite Video” pada lomba yang diadakan BNPT Tahun 2014, Juara 1 pada lomba video tingkat provinsi “Education Day”, Juara 1 lomba Foto pada Hari AIDS sedunia tingkat provinsi, Finalis lomba foto Erau 2017, Dipercaya oleh rekan-rekannya membuat video perpisahan angkatan ketika SMA 2015, membuat video Profil ITK dan Teknik Sipil ITK 2017. Pada awal Oktober 2018 lalu, Dio bersama 5 orang rekannya dari Teknik Sipil ITK menjadi finalis 10 Besar dari 300 peserta yang memasukkan karyanya pada Lomba Infrastruktur Sosial Nasional bagi mahasiswa S1 dan S2 yang diadakan Semen Indonesia Group. Luar biasa!!

Ketika ditanya resep agar bisa membuat karya digital yang bagus, pemilik akun Instagram @diorizqi ini menyarankan agar kita tidak cepat merasa puas setelah melakukan pengeditan. “Saya selalu merasa karya saya kurang bagus, sehingga saya coba perbaiki lagi dan lagi. Saya ingin selalu ada elemen baru dari karya yang saya buat. Saya juga tidak terpaku pada satu style foto/video, tapi mengikuti genre yang sedang berkembang,” ujar Dio.

Prestasi di bidang akademik pun tak kalah mentereng. Sebelum menjadi mahasiswa di salah satu prodi favorit ITK, Teknik Sipil, yang lolos melalui jalur SBMPTN 2015, Dio telah diterima lebih dulu di Institut Seni Budaya (ISBI) Kaltim Prodi Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, dan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Perfilman. Sayangnya orang tuanya tak merestui. Pada 2016 Dio meraih Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik/PPA dari Kemenristekdikti. Pada Semester Gasal 2017/2018 Dio terpilih mewakili ITK untuk studi selama satu semester di ITS dalam program pertukaran mahasiswa. Indeksi Prestasi Kumulatif (IPK) nya pun selalu di atas 3.0!

 

Sekarang Dio sedang menyusun tugas akhir tentang Material Struktur, Geopolimer, Beton Tanpa Semen. “Target lulus 2019, insya Allah, mohon doanya,” kata Dio yang berencana menjadi pebisnis setelah lulus kuliah, “karena tidak ada yang mengekang, saya suka kebebasan.”

 

Semoga sukses kawan!

Untuk Sang Pencipta dan Bumi Etam!

SPECTA!

 

-end-

Ridho Jun Prasetyo I Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *