Mahasiswa/I Institut Teknologi Kalimantan Melakukan Pembinaan dan Pemberdayaan Desa Solok Oseng Balikpapan Melalui Kampung Nelayan Berdasi

Balikpapan- Melalui PROGRAM HOLISTIK PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D) yang terdanai oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Mahasiswa/i Institut Teknologi Kalimantan yang beranggotakan 14 orang melakukan kegiatan pemberdayaan desa solok oseng melalui Pendirian Badan Usaha Mandiri berbasis Peningkatan Nilai Jual Hasil Perikanan. Mahasiswa/i tersebut dibawah bimbingan langsung Ibu Nashrul  Millah, S.Si., M.Si.

Secara geografis Desa Solok Oseng terletak pada Kawasan Sungai Somber, Kota

Balikpapan. Kawasan tersebut merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Teluk Balikpapan yang merupakan jalur laut utama untuk mencapai Ibu Kota Negara baru. Kawasan ini termasuk ke dalam kawasan pesisir, di kawasan ini terdapat Hutan Mangrove Graha Indah yang memiliki luas 200 hektar dan membentang sepanjang hulu Sungai Somber hingga ke ujung muara sungai. Luas keseluruhan Teluk Balikpapan yang mencangkup kawasan ini adalah sebesar

Tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa Solok Oseng dan beberapa perkampunganlainnya di Kawasan Sungai Somber tidak sebanding dengan potensi perikanan yang ada. Berdasarkan wawancara dengan Rusli, selaku ketua RT 03 (Desa Solok Oseng), pendapatan ratarata perkapita di Desa Solok Oseng hanya sebesar 32 juta/tahun atau 2,6 juta/bulan yang mana angka tersebut masih jauh dibandingkan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Balikpapan yang mencapai 3 juta Rupiah perbulan. Bahkan, beliau juga menyebutkan terdapat 40 kepala keluarga dari total 98 kepala keluarga memilih untuk bekerja lebih giat sebagai buruh lepas guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Permasalahan ironis tersebut bukanlah tanpa sebab. Banyaknya masyarakat miskin di sana disebabkan karena ketidakmampuan untuk menjual hasil tangkapan laut dengan harga yang kompetitif. Umumnya masyarakat nelayan menjual hasil tangkapan mereka langsung kepada tengkulak dengan harga yang sangat murah.

Melihat permasalahan dan potensi Desa Solok Oseng dan beberapa perkampungannelayan di Kawasan Sungai Somber, sebagai mahasiswa Institut Teknologi perlu memiliki peran dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program “Perkampungan Nelayan Berdasi” adalah program yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Solok Oseng dengan cara mengolah hasil laut nelayan menjadi produk yang memiliki nilai lebih serta memutus rantai tengkulak. Program ini diharapkan mampu menjadi percontohan bagi perkampungan nelayan di Balikpapan khususnya Kawasan Sungai Somber.

Program Kampung Nelayan Berdasi akan berfokus pada pengembangan kewirausahaan berbasis hasil potensi laut Desa Solok Oseng. Berikut merupakan program yang dilakukan

  1. Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat tentang cara mengembangkan produk hasil perikanan
  2. Membentuk badan usaha legal milik kelompok nelayan Desa Solok Oseng
  3. Pelatihan manajemen keuangan, manajemen produksi dan pemasaran Memproduksi produk merek “Kampung Nelayan Berdasi” yang mampu masuk ke pasar ritel nasional atau bahkan sampai ke pasar ekspor

Berikut merupakan produk Kampung Nelayan Berdasi yang akan dikembangkan.

  • Produk hasil perikanan beku (frozen food) yang memiliki legalitas serta kemasan

menarik sehingga mampu menembus konsumen kelas menengah ke atas melalui

pasar ritel nasional. Produk frozen food tersebut adalah udang, kerang dara, kepiting soka dan tiram serta hasil perikanan lainnya yang diperoleh dari nelayan sekitar.

 

  • Produk pakan berbagai jenis satwa yang memanfaatkan sisa limbah perikanan, serta potensi ikan tangkapan non-konsumsi.

Keterlibatan pemerintah, para pemangku kepentingan terhadap konsep Kampung Nelayan Berdasi ini sangatlah penting. Program ini tentu tidak ingin selesai begitu saja, oleh karenanya perlu adanya keterlibatan para pemangku kepentingan guna mewujudkan program yang berkelanjutan.

 

Tim Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *