Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN melakukan kegiatan dalam pencegahan banjir. Lingkungan yang terdapat di Kelurahan Sungai Nangka khususnya RT 13 Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur adalah lokasi yang rawan untuk banjir jika terjadi hujan deras, oleh karena itu kami ingin berkontribusi untuk mengurangi banjir atau minimal mengurangi genangan yang ada saat setelah hujan. Untuk mengurangi banjir tersebut dari kami ingin membuat Lubang resapan Biopori yang akan ditanam di lingkungan Kelurahan Sungai Nangka khususnya RT 13 Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur guna mengurangi banjir di daerah tersebut. Lubang resapan biopori adalah sebuah lubang silindris yang dibuat masuk ke dalam tanah secara vertikal, sebagai metode untuk resapan air. Prinsip kerja dari lubang biopori ini adalah meningkatkan daya serap tanah terhadap air yang ada dipermukaan dengan mengisi lubang tersebut dengan sampah organik. Sampah organik disini bertujuan untuk menghasilkan kompos yang membuat tanah di sekitar menjadi subur karena banyak pori-pori tanah, dan tanah yang subur dapat menyerap air dan mengurangi banjir.

Banjir adalah suatu kondisi di mana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang (palung sungai) atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuang, sehingga meluap menggenangi daerah (dataran banjir) sekitarnya (Suripin, 2003). Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah dapat berasal dari kegiatan manusia, hewan dan alam.

Komposisi dan karakteristik sampah berhubungan langsung dengan sumber sampah. Sumber sampah kota Balikpapan didominasi oleh sampah pasar dan sampah rumah tangga. Berdasarkan sifatnya sampah kota dapat dibagi menjadi dua yaitu Sampah organik adalah sampah yang mudah terdegradasi sehingga mudah terurai. Contohnya : sampah sayuran, daun-daunan, bagian tubuh hewan, sisa makanan, kertas, kayu dan lain-lain. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terdegradasi sehingga sulit terurai. Contohnya : plastik, kaca, logam, kaleng dan lain-lain (Bahrin, 2011).

Hal yang dilakukan berupa dengan melakukan penanaman lubang resapan biopori, biopori adalah lubang yang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tanaman. Biopori adalah pori-pori berukuran kecil (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Lubang tersebut disebut biopori, karena lubang yang dibuat tersebut diisi dengan bahan organik (sampah), kemudian dimasuki cacing dan tidak terjadi pencemaran. Dengan teknologi ini, kita membuat tempat untuk makhluk hidup untuk penyerapan air dengan memanfaatkan apa yang kita buang (sampah). Oleh karena itu, yang paling kita butuhkan dalam penerapan teknologi ini adalah kesadaran untuk tidak membuang sampah, karena sampah adalah sumber daya, terutama sampah organik (Kamir, 2006).

Dokumentasi Kegiatan

Pembuatan lubang biopori merupakan teknologi ramah lingkungan dan murah. Modal utama adalah kemauan dan kesadaran manusia itu sendiri dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dari ketersediaan air dan pencemaran lingkungan akibat sampah. Semua orang dapat memanfaatkan teknologi ini dengan memanfaatkan air hujan, karena curah hujan ada dimana-mana. Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Sehingga perlu ditanamkan kesadaran pentingnya ketersediaan air tanah yang merupakan sumber penghidupan makhluk hidup, termasuk manusia, tanaman dan binatang (Yohana, 2017). Selain itu dengan adanya pembuatan lubang biopori dapat menyerap air yang dapat mengurangi debit air ketika suatu daerah tersebut mengalami banjir. Sistem kerja dari lubang biopori ini yaitu air akan memasuki lubang biopori yang dimana air tersebut akan diserap oleh tanah, sehingga dapat mengurangi banjir dengan cepat. 

selaku doseng pembimbing KKN kami yang tidak pernah luput memberikan arahan, masukan serta pujian. serta kesan paling penting adalah bersama kelompok KKN kami sendiri yang sangat kompak” tutur Dhany (Ketua KKN).D Dari kegiatan KKN ini tim berharap dapat membantu mengurangi genangan air atau banjir yang ada di wilayah RT 13, tim juga berharap dapat terus menjalin silaturahmi dengan warga sekitar lokasi KKN.

#KampusMerdeka

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •