Pelatihan Keamanan Siber Bagi Personel TNI Kodam VI Mulawarman

ITK News I ICT

Balikpapan – Pada era Revolusi Industri 4.0, faktor keamanan data menjadi hal yang sangat penting untuk dilindungi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perang pun tidak sekedar konvensional, tapi juga melalui perang digital. Para peretas (hacker) menyerang negara melalui perambah dan aplikasi yang sering digunakan sehari-hari, mengubah tampilan website pemerintah, memasuki sistem keamanan pemerintah, hingga membobol keamanan perbankan.

 

Oleh karena itu Kodam VI Mulawarman yang bermarkas di Balikpapan mengadaan sharing session terkait dengan Keamanan Siber mengundang pembicara, Dosen Informatika, Institut Teknologi Kalimantan, Tegar Palyus Fiqar, S.T., M.Kom pada 14 November 2018. Acara berlangsung selama 4 jam, berisi penyampaian materi, tanya jawab, dan demo peretasan.

 

Materi yang dibawakan merupakan materi sertifikasi ethical hacker (etika peretas). Ethical hacker merupakan konsep dasar seorang peretas yang bersifat baik, dan membantu menemukan celah dari sistem yang selanjutnya diinformasikan kepada admin sistem. Materi ini diberikan terlebih dulu karena sebelum mengamankan suatu sistem, seorang peretas perlu memahami dan memiliki sebuah standar etik tertentu.

 

Di antaranya yakni Footprinting yang berisi tentang pencarian informasi calon korban, ada pula Scanning network yang berisi tentang mencari celah jalur peretasan yang dapat digunakan dan aman dari Interpol, System hacking berisi penjabaran sistem apa saja yang dapat diretas, Materi Trojan dan Backdoor yang berisi celah – celah yang digunakan virus untuk masuk ke sistem dengan bantuan inangnya, Sniffing yang berisi cara memata-matai korban dari aktifitas internet yang digunakan, Social engineering dilakukan dengan mendekatkan human social untuk mendapatkan password dan akun korban, Deniel of service salah satu upaya meruntuhkan server yang tersedia dengan cara melakukan request yang bertubi-tubi, Session hacking berisi gambaran peretas yang masuk sebagai orang sebenarnya dengan menyususup melalui session pada OSI Layer jaringan, Hacking webserver berisi tenang peretas pada penyedia layanan web yang dibangun oleh indivual tanpa pihak ketiga, SQL inkjection yaitu meretas dengan melakukan injeksi data pada basis data yang dikembangkan, dan beberapa materi lainnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjalin kerja sama antara aparat militer negara (Kodam) dan akademisi (Dosen ITK). Melalui diskusi dan tukar pikiran dapat menambah pengetahuan terbaru bagi kedua belah pihak di bidang keamanan data demi menjaga kedaulatan NKRI. Pertemuan selanjutnya akan membahas forensic investigator.

-end-

Penulis: Tegar Palyus Fiqar, S.T., M.Kom

Editor: RJP I Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *