Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan dalam pelaksanaan KKN tematik kelompok 14 ITK di Jalan Klamono III RT. 55 Keluarahan Muara rapak  dengan mematuhi Protokol kesehatan. Inovasi yang dilakukan adalah “Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Sistem Hidroponik Bertenaga Listrik Panel Surya”. Semua program yang dilakukan tersebut dibimbing oleh Meidi Arisalwadi, S.Si., M.Si. dan Hizkia Alpha Dewanto, S.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing. Program KKN ini dipilih karena kawasan Muara Rapak yang padat penduduk  memiliki potensi lahan pertanian yang masih sangat luas, namun prospek pemanfaatan lahan sempit, seperti di pekarangan rumah,  saat ini bisa menjadi tren tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Serta salah satu inovasi kerja sama yang bagus dimana masyarakat Muara Rapak dan mahasiswa ITK dapat memanfaatkan lahan sempit untuk membuat hidroponik.

Sistem hidroponik NFT adalah sistem hidroponik yang akan diterapkan pada kegiatan kali ini, yang merupakan salah satu dari sekian banyak sistem hidroponik, sistem hidroponik NFT dianggap sistem yang paling cocok untuk skala rumahan karena beberapa keunggulan dibandingkan sistem lain. Sistem hidroponik NFT merupakan salah satu teknik hidroponik dimana akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Adapun keuntungan menggunakan sistem hidroponik NFT antara lain, kebutuhan air dapat tercukupi, keseragaman serta tingkat konsentrasi nutrisi dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman sehingga membantu tanaman untuk tumbuh lebih cepat.

Pada dasarnya, prinsip kerja sistem hidroponik NFT adalah air dan nutrisi yang digunakan secara berulang setelah melewati tanaman. Dengan cara ini air dan nutrisi yang digunakan menjadi lebih hemat. Sudah banyak petani berskala rumahan dan skala industri yang menggunakan sistem hidroponik NFT karena hemat, efisien dan praktis. Adapun pompa yang digunakan untuk mengalirkan air dan nutrisi dari bak penampung menuju tempat penanaman tidak mengambil listrik dari rumah warga, melainkan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi listrik bagi pompa. Didukung dengan bantuan baterai aki, maka tanaman dapat memperoleh nutrisi selama 24 jam ataupun ketika cuaca sedang mendung, dimana ketika malam hari atau cuaca mendung maka baterai aki akan menyuplai energi listrik ke pompa, sedangkan ketika pagi atau cuaca cerah maka panel surya akan menyuplai energi listrik ke pompa sekaligus mengecas baterai aki sehingga dapat digunakan kembali ketika dibutuhkan.

Dengan demikian, sistem hidroponik NFT yang digabungkan dengan sistem panel surya mampu menghemat pengeluaran warga khususnya untuk biaya listrik, sehingga sistem hidroponik yang digunakan menjadi semakin hemat dan efisien. Adapun jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada sistem hidroponik NFT antara lain adalah kailan (Chinese Broccoli), selada, pakcoy, tomat, sawi, bayam, kangkung, paprika, terong, mentimun, rumput gajah, hingga beberapa jenis buah dan tanaman herbal/obat.

Dengan menyerahkan Prototype Hidroponik bertenaga listrik Panel Surya kepada warga RT.55 Muara Rapak yang di terima langsung oleh Bapak Prayitno selaku Ketua RT.55 yang dihadiri masyarakat sekitar, dengan ini kegiatan KKN tematik Kelompok 14 Mahasiswa ITK secara resmi ditutup. Semoga program ini dapat berlanjut terus kedepannya, dan mendapat perhatian oleh pemerintah dengan adanya Hidroponik bertenaga listrik Panel Surya yang di buat Mahasiswa ITK.

#KampusMerdeka

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •