Balikpapan — Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program inovasi produk bambu di kawasan Ekowisata Bamboe Wanadesa, Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas wisata berbasis potensi lokal sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat.
Program ini dipimpin oleh Eko Agung Syaputra, M.Ds bersama tim peneliti yang terdiri dari Supratiwi Amir, S.Ds., M.Sn., Ramadhan Paninggalih, Novianti Rossalina, Anastasya Husnul Syauira, Fasya Saffanah Ramadani, Muhammad Rizky, Juniardika Atha Lelena, Rizky Irswanda Ramadhana, dan Nico Arifin.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan bambu sebagai produk unggulan di kawasan wisata tersebut. Padahal, bambu memiliki potensi besar sebagai bahan ramah lingkungan yang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Melalui program bertajuk EcoBoo, tim ITK menghadirkan serangkaian pelatihan dan workshop yang melibatkan langsung masyarakat setempat. Mulai dari pelatihan pengolahan bambu, pembuatan produk, hingga strategi pemasaran dan branding digital, seluruh kegiatan dirancang secara partisipatif agar mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan produksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut bisa memiliki nilai jual dan menjadi identitas khas wisata,” jelas Eko Agung Syaputra.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dilatih membuat berbagai produk seperti tatakan gelas, vas mini, hingga gantungan kunci dari bambu. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan dasar fotografi produk dan pemasaran melalui media sosial.
Menariknya, program ini juga melibatkan wisatawan secara langsung dalam kegiatan workshop. Pengunjung dapat mencoba membuat produk bambu sendiri, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan edukatif.
Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan masyarakat. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam pengelolaan usaha dan strategi pemasaran. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan mulai memiliki nilai jual sebagai cenderamata khas kawasan.
Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial. Selain membuka peluang usaha baru, kegiatan ini juga memperkuat identitas Ekowisata Bamboe Wanadesa sebagai destinasi berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan.
Ke depan, tim ITK berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi sumber daya lokal serupa.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Aksi Nyata Mahasiswa, Bersih Pantai Berbasis Sains di Pantai Seraya
Bersih Pantai Berbasis Sains di Pantai Seraya
Bangun Karakter, ITK Gelar Penguatan Nilai Kebersamaan
ITK Gelar Penguatan Nilai Kebersamaan
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka