Balikpapan - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun akademik 2025/2026 kembali menunjukkan bahwa memilih program studi bukan hanya soal minat, tetapi juga strategi berbasis data. Jumlah peminat dan tingkat penerimaan pada setiap jalur seleksi menjadi indikator penting bagi calon mahasiswa dalam memahami peluang secara lebih objektif. Di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Pembangunan Berkelanjutan, empat program studi Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota, Arsitektur, dan Desain Komunikasi Visual menunjukkan dinamika persaingan yang beragam pada jalur SNBP, SNBT, dan SUMMIT.
Program Studi Teknik Sipil memperlihatkan tingkat persaingan yang cukup tinggi di berbagai jalur seleksi. Pada jalur SNBP tercatat 192 peminat dengan 20 mahasiswa diterima, yang merepresentasikan peluang sekitar 10 persen. Persaingan semakin terasa pada jalur SNBT dengan 307 peminat yang memperebutkan 75 kursi, menghasilkan peluang sekitar 24 persen. Sementara itu, jalur SUMMIT diikuti 118 peminat dengan 8 mahasiswa diterima atau sekitar 7 persen peluang masuk. Data ini menunjukkan bahwa Teknik Sipil menjadi salah satu program studi dengan selektivitas tinggi, mencerminkan besarnya minat terhadap bidang rekayasa konstruksi dan pembangunan infrastruktur yang strategis bagi kebutuhan nasional.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota menunjukkan pola peluang yang relatif stabil di seluruh jalur seleksi. Pada jalur SNBP terdapat 230 peminat dengan 75 mahasiswa diterima, yang merepresentasikan peluang sekitar sepertiga dari total pendaftar. Kondisi serupa terlihat pada jalur SNBT dengan 224 peminat dan 67 mahasiswa diterima, menghasilkan peluang yang tidak jauh berbeda. Sementara itu, jalur SUMMIT diikuti 95 peminat dengan 19 mahasiswa diterima, tetap menunjukkan kesempatan masuk yang cukup terbuka dibandingkan beberapa program studi lainnya. Stabilnya tingkat penerimaan di berbagai jalur ini mencerminkan minat yang konsisten terhadap bidang perencanaan wilayah sekaligus memberikan gambaran peluang yang relatif seimbang bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu tata ruang dan pembangunan kota berkelanjutan.
Program Studi Arsitektur menempati posisi persaingan menengah dengan tingkat seleksi yang moderat. Pada jalur SNBP terdapat 116 peminat dengan 30 mahasiswa diterima, menghasilkan peluang sekitar 26 persen. Jalur SNBT mencatat 126 peminat dengan 47 mahasiswa diterima atau sekitar 37 persen peluang, sedangkan jalur SUMMIT diikuti 36 peminat dengan 6 mahasiswa diterima, sekitar 17 persen peluang masuk. Angka tersebut menunjukkan bahwa Arsitektur tetap kompetitif namun memberikan peluang yang realistis bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada bidang perancangan ruang yang memadukan aspek teknis dan estetika.
Program Studi Desain Komunikasi Visual memperlihatkan pola persaingan yang berbeda dibandingkan program studi lain di jurusan ini. Pada jalur SNBP terdapat 76 peminat dengan 50 mahasiswa diterima, memberikan peluang sekitar 66 persen. Jalur SNBT mencatat 69 peminat dengan 47 mahasiswa diterima atau sekitar 68 persen peluang, dan jalur SUMMIT diikuti 14 peminat dengan 9 mahasiswa diterima, menghasilkan peluang sekitar 64 persen. Relatif besarnya peluang masuk menunjukkan kompetisi yang lebih longgar, sekaligus membuka ruang luas bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi visual dan industri kreatif digital.
Secara keseluruhan, data SNPMB 2025/2026 menunjukkan variasi tingkat keketatan antar program studi di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan. Teknik Sipil menjadi program studi dengan tingkat selektivitas paling tinggi, sementara Perencanaan Wilayah dan Kota serta Arsitektur berada pada tingkat persaingan yang lebih seimbang. Di sisi lain, Desain Komunikasi Visual menawarkan peluang masuk yang relatif lebih terbuka. Pemahaman terhadap peta persaingan ini menjadi bekal penting bagi calon mahasiswa dalam menyusun strategi pemilihan program studi secara matang, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mengikuti minat, tetapi juga mempertimbangkan peluang dan kesiapan diri untuk menghadapi tantangan akademik di masa depan.
Kunjungan Audiensi SMAN 1 Penajam Paser Utara Ke ITK
Persaingan SNPMB 2026 di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan: Membaca Peluang Berbasis Data
Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan ITK
ITK Gelar Sosialisasi Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun 2026 Bersama Kementerian Keuangan RI
ITK Gelar Sosialisasi Standar Biaya Masukan (SBM)