Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menghadirkan gebrakan baru. Melalui penelitian bertajuk INSOYCUT, tim peneliti ITK berhasil menciptakan alat pemotong tahu berbasis teknologi hidrolik yang dirancang untuk menjawab tantangan produsen tahu dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Industri tahu merupakan salah satu pilar penting dalam sektor pangan tradisional Indonesia. Namun, metode produksi yang masih manual seringkali menjadi kendala. Proses pemotongan tahu secara manual membutuhkan waktu, tenaga, dan hasil yang tidak selalu konsisten. Melihat kebutuhan tersebut, tim peneliti ITK menghadirkan INSOYCUT sebagai solusi inovatif.
INSOYCUT menawarkan berbagai fitur unggulan yang menjadikannya alat pemotong tahu yang efisien dan modern:
Dengan kehadiran INSOYCUT, industri tahu lokal, khususnya di Kalimantan Timur, diharapkan dapat lebih kompetitif, baik di pasar nasional maupun internasional. Tak hanya itu, tim peneliti ITK juga tengah merancang versi yang lebih ekonomis dan portable agar dapat diakses oleh produsen tahu skala kecil.
Inovasi seperti INSOYCUT membuktikan komitmen ITK dalam mendorong kemajuan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat lokal. Mari dukung penggunaan teknologi modern untuk memperkuat industri pangan tradisional Indonesia.
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Program Pendidikan Kebanksentralan ITK 2026 Resmi Dibuka
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepala IBT ITK Hadiri Campuspreneur Kemendag
ITK Buka 25 Program Studi dengan 1.307 Kursi pada SNBT-UTBK 2026
ITK Buka 25 Program Studi SNBT-UTBK 2026