Jakarta - Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc. bersama jajaran pimpinan fakultas menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor ITK beserta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi Adi Mahmud Jaya Marindra, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan Fakultas Pembangunan Berkelanjutan Ir. Alamsyah, S.T., M.T., serta Dekan Fakultas Riset dan Inovasi (FRTI) Andi Idhil Ismail, S.T., M.Sc., Ph.D.
Taklimat Presiden RI ini diikuti oleh sekitar 1.200 rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan guru besar dari seluruh Indonesia, sebagai forum strategis penyelarasan visi pembangunan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Presiden RI menegaskan bahwa kondisi dunia saat ini tengah berada dalam situasi yang tidak menentu. Di tengah ketidakpastian tersebut, Presiden menaruh harapan besar kepada kalangan elit bangsa, khususnya para guru besar yang disebut sebagai “the brain of the country” atau otak bangsa, untuk menjadi motor penggerak kemajuan nasional.
Presiden menekankan bahwa kualitas elit baik di bidang intelektual, ekonomi, politik, maupun sosial menjadi penentu arah kemajuan suatu negara. Elit yang kompeten, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat diyakini mampu membawa bangsa melesat maju, sementara elit yang abai berpotensi menjerumuskan negara pada stagnasi dan konflik berkepanjangan.
Dalam konteks pengelolaan negara, Presiden juga menguraikan tiga aliran besar, yakni aliran ekonomi, ideologis, dan realisme. Melalui pendekatan realisme, negara dituntut memiliki kemampuan bertahan (survival) di tengah dinamika global, namun tetap berorientasi pada tujuan utama, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33.
Momentum taklimat ini sekaligus memperkuat arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan 10 universitas unggulan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia. Sebagai perguruan tinggi teknik yang berlokasi strategis di sekitar IKN, ITK diproyeksikan menjadi salah satu kampus yang siap mengambil peran penting dalam inisiatif nasional tersebut.
Rektor ITK menyampaikan bahwa proyeksi ITK masuk dalam jajaran Top 10 Universitas STEM Nasional merupakan amanah sekaligus tantangan besar yang harus dijawab dengan kerja nyata. Keunggulan geografis ITK di gerbang IKN menjadi modal strategis untuk mengembangkan kampus sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“ITK siap berperan sebagai kampus STEM penyangga IKN, sekaligus menjadi pusat inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter patriotik, adaptif, dan kolaboratif,” ujar Rektor ITK.
Kehadiran Rektor dan para Dekan ITK dalam forum nasional ini menegaskan kesiapan institusi untuk berkontribusi aktif dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional, khususnya dalam mendukung pembangunan IKN dan transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis sains dan teknologi.
Dengan penguatan komitmen tersebut, ITK optimistis dapat menjawab tantangan Presiden RI untuk mendorong kemajuan bangsa, keluar dari jebakan stagnasi, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdaya saing, dan sejahtera.
Penelitian dan Pengabdian
Penelitian dan Pengabdian
Raih Juara 1 Lomba Infografis Bank Indonesia
Dari Limbah Dapur ke Tangki: Transformasi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Mesin
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan pencemaran lingkungan.
Tegaskan Komitmen Diktisaintek Berdampak