Rumput Laut : Dari Makanan hingga di Olah Menjadi Lotion

PENGUMUMAN BEASISWA PPA 2019 INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
02/07/2019
Material Paper Competition (MPC) 2019
03/07/2019
Tunjukkan semua

Rumput Laut : Dari Makanan hingga di Olah Menjadi Lotion

PPU-  Senin, 1 Juli 2019, pukul 08.00, rumah produksi Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Swakarya Bersama sudah mulai dipenuhi oleh ibu-ibu anggota Poklahsar baik dari Tanjung Tengah, Saloloang dan daerah sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) lainnya. Hari itu, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Luh Putri Adnyani, dosen Teknik Kelautan ITK dengan beranggotakan Illa Rizianiza (Teknik Mesin) dan Adrian Gunawan (Teknik Kimia). Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang berjudul Pengembangan Produktivitas UKM Rumput Laut di Kelurahan Tanjung Tengah, Kabupaten PPU didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan yang yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan tortilla chip, sabun dan lotion rumput laut. Hadir pula perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan PPU serta tim penyuluh dari Kelompok Wanita Tani PPU. Kegiatan pengmas ini juga dibantu oleh mahasiswa/mahasiswi ITK yang berasal dari PPU. Mahasiswa bertugas untuk menerima peserta pelatihan, membagikan modul, mendokumentasikan acara serta sebagai asisten pada saat dosen-dosen memberikan arahan kepada peserta. Peserta menyimak dengan penuh antusias dan memberikan mencatat kecil pada modul pelatihan yang dibagikan.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, sambutan dari ITK yang diwakili oleh Luh Putri sebagai ketua tim PKMS ITK, sambutan dari Poklahsar yang diwakili oleh Salbiyah, pembacaan doa dan masuk ke acara pelatihan. Materi yang pertama adalah pembuatan tortilla rumput laut yang dibawakan oleh Luh Putri. Dengan terlebih dahulu menceritakan pengalaman yang telah didapatkan ketika tim PKMS ITK mencoba membuat produk tortilla tersebut dan dengan tidak melupakan mengingatkan kepada peserta tentang safety pada saat pelaksanaan kegiatan.  Kegiatan dilanjutkan dengan ibu-ibu praktik sendiri pembuatan tortilla dengan pengawasan tim PKMS ITK. Pada sesi praktek peserta di bagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktekkan langsung materi pelatihan hari itu juga.

Materi kedua adalah pembuatan sabun yang dibawakan oleh Pak Adrian. Sebelumnya tim ITK membagikan masker dan sarung tangan demi kesehatan dan keamanan pada saat pelaksanaan pelatihan. “NaOH jika terkena tangan secara langsung, akan membuat jari terasa terbakar. Belum lagi ketika bahan-bahan diolah yang mengeluarkan uap, takutnya bisa berdampak pada kesehatan. Sehingga dari awal, kami sudah mengantisipasi dengan menyediakan sarung tangan dan masker untuk dipakai sebelum bahan-bahan kimia dikeluarkan. Kami juga sempat menanyakan jika ada peserta yang hamil, syukur nya tidak ada peserta yang sedang hamil,” papar Luh Putri.

 

 

Kegiatan pelatihan sabun berjalan dengan lancar dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan lotion rumput laut. Kegiatan pelatihan berlangsung sampai siang sekitar jam 1, dan peserta yang sudah selesai mulai berbersih diri. Tortilla sudah dijemur, dan sabun serta lotion sudah diwadahi di dalam kemasan masing-masing. Peserta yang hadir bisa membawa pulang produk-produk yang mereka buat saat pelatihan. Sebagai penutup, terdapat penyerahan kenang-kenangan kepada Poklahsar Swakarya Bersama dan foto bersama dengan semua peserta pelatihan.

Ada 2 jenis rumput laut yang digunakan. Produk konsumsi seperti tortila menggunakan jenis Kappapycus alvarezzi dan untuk produk non konsumsi seperti sabun dan lotion menggunakan rumput laut jenis Gracillaria. Kedua jenis rumput laut ini hasil produk asli dari PPU.

“ITK adalah perguruan tinggi negeri di bidang teknik yang terletak di Balikpapan tepatnya di km 15 Kelurahan Karang Joang, memiliki 14 program studi. ITK ingin berkontribusi lebih kepada Kaltim salah satunya di Kabupaten PPU. Kami berharap apa yang kami berikan hari ini, bisa mendorong ibu-ibu untuk bisa produktif sehingga bisa meningkatkan perekonomian PPU dan Kaltim secara umum,” papar Luh Putri ketika di acara akhir yaitu evaluasi kegiatan.

Tim ITK banyak mendapat masukan supaya program seperti ini rutin dilakukan dan programnya ditambah lebih banyak. Selain rumput laut, ada produk perkebunan yaitu salak yang banyak terdapat di Tanjung Tengah PPU. Semoga kedepan ITK bisa berkontribusi lebih kepada daerah-daerah lainnya di Kalimantan.

(*end)

Luh Putri Adyani | Humas ITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *