Ekstrak Rumput Laut Untuk Menghambat Korosi

ITK News Office I Penelitian

Balikpapan – Korosi dan analisa kegagalan merupakan salah satu bidang konsentrasi yang dikembangkan di Program Studi Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Kalimantan. Kegagalan akibat korosi sering dialami pada industri minyak dan gas, terutama  pada alat penyalur minyak dan gas dari sumur minyak di lepas pantai dan laut.

Degradasi material akibat perubahan komposisi fluida, perubahan kondisi operasi tekan. Laju korosi ini tidak dapat dihentikan secara total sehingga diperlukan upaya untuk memperlambat laju korosi pada suatu equipment dengan berbagai cara sesuai dengan aplikasi dan kebutuhannya. Pada umumnya, korosi yang terjadi pada bagian permukaan pipa dapat ditanggulangi melalui cara pelapisan (coating) atau dengan perlindungan katodik. Sedangkan pada bagian dalam pipa untuk melindungi dari korosi internal dapat ditanggulangi dengan metode inhibisi atau pemberian zat inhibitor.

Penggunaan inhibitor organik dari ekstrak alam sangat menarik dikarenakan ekstrak bahan alam ini aman karena bersifat non toksik, mudah didapatkan, bersifat biodegradable dan mudah diperbarui, ekonomis, serta ramah lingkungan. Para  peneliti  sudah  mulai  banyak  merambah  riset  yang  bertemakan  green  corrosion inhibitor. Hampir  keseluruhan  bagian  dari tanaman, mulai  dari  ekstrak  daun,  kulit  buah,  biji,  buah,  kulit pohon,  batang,  dan  akar bermanfaat  sebagai  inhibitor. Penelitian untuk mengetahui tingkat efektifitas inhibisi dilakukan diberbagai lingkungan korosi. Pada  senyawa  organik  salah  satunya  terdapat  zat antioksidan.

Rumput  laut  atau  lebih  dikenal  dengan  sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia yaitu sekitar 8,6% dari total biota di laut (Dahuri, 1998). Luas wilayah yang menjadi habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektar atau terbesar di dunia (Wawa, 2005). Pemanfaatan rumput laut di Indonesia sampai saat ini hanya terbatas sebagai bahan makanan bagi penduduk yang tinggal di daerah pesisir dan belum banyak kalangan industri yang mau melirik potensi rumput laut ini.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengembangkan potensi daerahnya seperti usaha penangkapan ikan di laut dan usaha penangkapan ikan di perairan umum (sungai, danau, rawa dan waduk), usaha budidaya ikan di tambak dan pengolahan hasil perikanan, serta budidaya rumput laut. Budidaya rumput laut ini sekitar 1000 hektar. Sayangnya dari luas tersebut tidak semua rumput laut dapat diolah menjadi bahan pangan. Terutama rumput laut yang gagal panen. Pun ketika dijual, harganya akan sangat rendah jika dibandingkan harga pasaran pada umumnya. Sehingga untuk meningkatkan nilai jual dari rumput laut yang gagal panen tersebut, diperlukan penelitian rumput laut sebagai inhibitor organik untuk menghambat korosi.

Inhibitor yang digunakan pada penelitian ini sudah cukup efektif pada baja API 5L pada lingkungan korosi HCl 3.5% dipengaruhi oleh konsentrasi inhibitor dan waktu pencelupan. Hal ini didasarkan oleh hasil pengujian weight loss yang mengkalkulasi laju korosi pada baja sampel. Penambahan konsentrasi akan secara signifikan menurunkan laju korosi pada 150 ppm inhibitor dan juga pada konsentrasi 300 dan 450 ppm. Penambahan waktu pencelupan yang mengurangi dampak korosi akan optimal hingga 20 hari. Waktu pencelupan yang lebih lama dari itu akan menambah laju korosi pada semua konsentrasi inhibitor. Jadi idealnya inhibitor rumput laut bekerja sebagai pengendali korosi pada sampel hingga 20 hari saja. Jumlah dari lapisan pelindung yang terbentuk juga bertambah sebanding dengan penambahan konsentrasi. Namun jika memberikan penambahan yang lebih dari kapasitas penyerapan oleh permukaan metal maka akan menjadikan laju korosi yang lebih tinggi.

-end-

Judul Asli: Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut Sebagai Inhibitor Korosi pada Material Baja API 5L

Penulis: Yunita Triana

Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK

Email: nita@itk.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *