Sambut Mahasiswa Baru, ITK Tambah Amunisi

Balikpapan – Sejak diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2014, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus berbenah dan melengkapi segala sarana dan prasarananya. Tambahan sumber daya manusia adalah salah satunya. Mulai Januari 2016, ITK mendapat tambahan 19 tenaga kependidikan dan 13 dosen baru.

“Proses penambahan sumber daya manusia ini memang berlangsung cepat, dari Oktober 2015 hingga Januari 2016. Tentunya semakin memperkuat kinerja universitas sebagai pabrik ilmu yang melahirkan generasi cendekia,” kata Rektor ITK, Sulistijono di Balikpapan, Rabu, 20 Januari 2016.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama ITK, Subchan juga menyebutkan hal senada. “Kami melakukan serangkaian seleksi Tendik dan Dosen Baru dan kami melakukan di dua tempat yaitu Balikpapan dan Surabaya. Mereka adalah orang-orang terbaik yang kami rekrut,” tandas Subchan yang juga memimpin panitia seleksi.

Kebutuhan Tenaga Kependidikan dan Dosen Baru memang disiapkan dari sekarang, karena di tahun ini ITK akan membuka 3 Program Studi baru yaitu Teknik Lingkungan, Teknik Informatika dan Teknik Industri, selain 10 Program Studi yang sudah dibuka yaitu Program Studi Fisika, Matematika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Material dan Metalurgi, serta Perencanaan Wilayah dan Kota.

“Kami sudah membuka 10 Program Studi dan tahun ini ITK akan membuka 3 Program Studi baru yaitu Teknik Lingkungan, Teknik Informatika dan Teknik Industri makanya kami merekrut Tendik dan Dosen agar dari sekarang kita siapkan, ” imbuhnya.

Sementara itu salah satu Dosen baru, Dafit Ari Prasetyo, mengatakan bahwa ITK adalah Perguruan Tinggi Terbaik di Kalimantan Timur, ia meyakini bahwa ITK akan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Kaltim karena mempunyai sumber daya yang mumpuni.

“Saya yakin ITK akan menjadi yang terbaik di Kaltim dan akan memberikan yang terbaik bagi Kaltim karena mempunyai sumber daya yang mumpuni” tegas Dosen Teknik Lingkungan lulusan ITS Surabaya ini.

Salah satu Tendik Baru, Diah Arlit, mengatakan bahwa ia sangat senang diterima sebagai tendik di ITK walau ia harus meninggalkan keluarganya di Kota Solo Jawa Tengah. Ia manambahkan bahwa tugas yang akan diberikan adalah salah satu kontribusi bagi pendidikan Indonesia.

“Saya senang bisa diterima sebagai tendik di ITK, walau sangat jauh dari keluarga saya di Solo Jawa Tengah, tapi ini adalah kebanggaan karena saya bisa berkontribusi untuk pendidikan Indonesia,” jelas tendik Prodi Teknik Elektro ini. (Humas ITK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *