Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan melalui tiga mahasiswa membuat Inovasi rancangan desain gedung karantina menggunakan sistem airlock dalam setiap ruangan agar sirkulasi udara dalam ruangan tidak tercampur antara ruangan pasien positif dengan staff kesehatan atau orang yang tidak mengidap covid-19. Inovasi lainnya yang diterapkan adalah penerapan nama dan desain yang mengangkat corak budaya Kalimantan Timur pada fasad gedung yakni corak batik batang garing yang berarti pohon kehidupan dalam mitologi suku dayak kalimantan.

Gambar Desain Gedung Karantina

Inovasi yang mereka rancang diikutkan lomba pada Desain Gedung Karantina Covid-19 Student Day of Civil Engineering 16 th Politeknik Negeri Malang. Pada ajang tersebut tim mahasiswa ITK mendapatkan juara 3. Alasan utama mengikuti lomba gambar teknik yakni untuk melihat seberapa tingkat kompetensi kami dalam mengonsep dan menggambar desain bangunan gedung yang menjadi basic skill kami sebagai mahasiswa teknik sipil untuk dunia kerja nantinya.

Seperti yang kita ketahui, situasi pandemi Covid-19 ini sudah menjadi masalah global, terutama di Indonesia. Kasus pertama di Indonesia terdeteksi di Jakarta dan hingga saat ini sudah terdeteksi bahkan menyebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Situasi ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga sosial. Salah satu dampak sosial yang perlu diantisipasi adalah kehilangan tempat tinggal dan terbatasnya masyarakat melakukan mobilitas. Pergerakan mobilitas masyarakat mengakibatkan meningkatnya penyebaran penyakit Covid-19, yang berpengaruh terhadap kenaikan kebutuhan tempat untuk isolasi dan karantina bagi para penderita. Terbatasnya fasilitas yang ada dari bangunan-bangunan isolasi maupun karantina yang cenderung mencegah penyebaran tetapi tidak mempedulikan efek psikis bagi para penderita Covid-19. Hal ini terjadi karena kurangnya tempat bagi para penderita Covid-19 untuk melakukan produktivitas menambah imun. Oleh karena itu, pada kegiatan Lomba Gambar Teknik kali ini bertemakan “Innovation of Quarantine Building in Sustainable Construction”. Tema yang diusung kali ini sangat cocok dengan adanya gedung karantina yang dapat berkelanjutan selain untuk mencegah penyebaran dalam pengurangan angka Covid-19 tetapi juga untuk membantu dampak psikologis bagi para penderitanya. Sehingga diperlukan sistem bangunan gedung karantina serta ruang isolasi yang sehat dan menyenangkan dapat membuat pasien yang terpapar Covid-19 menjadi rileks dan tenang, sehingga pasien dapat kembali untuk berpikir positif dan memperkuat imunitas dalam menghadapi situasi pandemi yang dapat menekan angka penyebaran Covid-19 yang berkepanjangan.

Gambar Desain Gambar Teknik 2 Dimensi

Persiapan tim dibagi menjadi 3 tahap yakni:

1. Tahap pertama dimulai dengan membedah TOR lomba, mengklasifikasi kebutuhan ruangan tiap lantai serta dimensi antar ruangan, menentukan arah mobilisasi pasien, dan melakukan riset untuk alur sirkulasi udara pasien covid dan yang bukan pasien covid serta fasilitas khusus untuk pasien difabel dan disabilitas sesuai aturan teknis yang dikeluarkan oleh Kemenkes Republik indonesia

2. Tahap kedua adalah pengimplementasian konsep menjadi sebuah gambar kerja 2 dan 3 dimensi, pada lomba ini kami diberikan target gambar sebanyak 80 draft gambar DED (Desain Of Engineering) yang terdiri dari layout, site plan, denah, tampak, detail dan tampilan gambar 3 Dimensi meliputi gambar interior dan eksterior.

3. Tahap ketiga adalah proses presentasi, dimana kami diharuskan menjelaskan karya desain kami berdasarkan poin penilaian yang telah ditentukan panitia seperti filosofi desain, komposisi ruangan dan aspek bangunan berkelanjutan

Semoga kedepannya akan banyak mahasiswa yang semakin tergugah untuk terus membanggakan nama kampus ITK dengan memberikan kontribusi terbaik sesuai minat dan keahlian masing-masing sehingga akan tumbuh iklim dan budaya prestatif yang berkelanjutan dikampus ITK kita tercinta.

#KampusMerdeka

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •