Teknik Modern Pembuatan Kapal untuk Masyarakat Kampung Baru

Penerimaan Proposal PKM Tahun 2016 pendanaan Tahun 2017
08/10/2016
Call for Paper: Konferensi Nasional Perubahan Iklim
13/10/2016
Tunjukkan semua

Teknik Modern Pembuatan Kapal untuk Masyarakat Kampung Baru

Balikpapan – Program studi Teknik Perkapalan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengadakan pelatihan pembuatan kapal kayu dengan menggunakan Metode Lines Plan. Pelatihan ini diadakan di Kampus ITK Karang Joang pada Sabtu, 1 Oktober 2016. Koordinator pelatihan, Suardi mengatakan kegiatan ini adalah sarana mengimplementasikan program pengabdian masyarakat.

Peserta pelatihan adalah delapan perwakilan masyarakat pesisir Kampung Baru Balikpapan yang pekerjaan utamanya adalah perajin sekaligus reparator kapal kayu. Menurut Suardi, pelatihan diberikan karena pembuatan kapal kayu selama ini tidak efisien dan boros kayu.

“Dengan Metode Lines Plan, pembuatan kapal menjadi lebih mudah. Metode ini juga lebih matang dalam perencanaan karena semua bagian digambar secara rinci lebih dulu,” ujar Suardi. Metode ini merupakan penerapan ilmu yang dipelajari di Program Studi Teknik Perkapalan ITK.

Untuk diketahui, pada pembuatan kapal kayu secara tradisional, mekanisme penyusunan kapal terdiri atas: peletakkan lunas, pemasangan kulit, pemasangan gading, peluncuran ke laut.

“Nah, pada metode modern, pemasangan gading dilakukan lebih dulu sebelum pemasangan kulit.

Karena kalau pemasangan kulit lebih dulu, dikhawatirkan tidak bagus keseimbangan atau stabilitas dan daya apung kapalnya. Ini juga berpengaruh pada daya mesin, kecepatan kapal, manuver.

Melalui program pengabdian masyarakat, dosen-dosen ITK ini berharap dapat meningkatkan keahlian para perajin kapal kayu tradisional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian warga. “Para perajin ini tidak sekolah, mereka juga dari masyarakat yang ekonominya perlu dibantu, “ kata dosen asli Sidrap, Sulawesi Selatan ini.

whatsapp-image-2016-10-07-at-04-02-14

Dosen yang memberi pelatihan sebagian besar berasal dari Program Studi Teknik Perkapalan ITK, yakni Suardi, Wira Setiawan, Alamsyah, Samsu Dlukha Nurcholik, Rodlian Jamal Ikhwani, Sangidun, dan Alfian Djafar.

Pelatihan dilakukan di Ruang 101 Gedung B, Kampus ITK. Ini merupakan pertemuan ketiga. Pada pertemuan pertama, tim melakukan pendataan dan survei masyarakat kampung baru. Pertemuan kedua, melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat terkait bahwa ITK akan memberikan pelatihan pembuatan kapal kayu.[i] Selain itu juga membuat kesepakatan tentang waktu pelatihan dan mengonfirmasi peserta yang dapat hadir.

“Komunikasi kami intens dengan mereka. Total memakan waktu tiga bulan,” kata Suardi. Ia menceritakan masyarakat Kampung Baru yang notabene bermata pencaharian sebagai nelayan dan perajin kapal, sangat kooperatif untuk diajak kerjasama.

“Dari awal kami bilang kalau kami ingin membagi ilmu aja. Mereka pun menerimanya baik, karena ini sifatnya mengajak. Kami tidak salahkan cara mereka membuat kapal selama ini. Biar mereka memahami sendiri untuk kemudian memilih metode mana yang lebih baik, lebih efisien dalam biaya dan waktu pembuatan,” ujarnya sembaru berharap agar pelatihan pembuatan kapal kayu dapat berkelanjutan.

Samsu Dlukha, Suardi, RJP untuk Humas ITK

[i]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *