Balikpapan – Institut Teknologi Kalimantan berhasil meraih Best Paper on Symposium 3 pada “Conference – International Youth Summit Renewable Energy (IYSRE) 2021”. Pada conference tersebut diwakilkan oleh Kelly Venia Lepa, Muhammad Iqbal Sugiharto, dan Yosefiana, mereka dibawah bimbingan langsung ibu Happy Aprillia, S.ST., M.T., M.Eng., P.hd. Judul yang mereka angkat adalah “Smart Monitoring & Maximum Power Point Tracker with Perturb and Observe Algorithm for Solar PV System on Agricultural“.

Latar Belakang dari inovasi yang mereka utarakan pada conference tersebut adalah dikarenakan masih banyak beberapa petani yang masih terkendala dari segi finansial untuk membayar tagihan listrik dari PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), dimana bila dihitung akumalasinya untuk sebulan sekitar Rp1.000.000,00. Dengan adanya pemanfaatan dari sistem PLTS dengan topologi Off-grid nantinya dapat membantu meringankan dari keluaran biaya listrik perbulannya. Dengan menambahkan alat SCC dengan tipe Maximum Power Point Tracker (MPPT) dapat lebih mengoptimasi keluaran daya DC yang di generate oleh panel surya. Adanya smart monitoring juga nantinya dapat memberikan data perkembangan tanaman serta sistem otomasi untuk irigasi untuk tanaman yang ditanam.

Maximum Power Point Tracker sendiri bekerja dengan Perturb and Observe Algorithm yang mana dalam hal ini akan menghasilkan Optimasi keluaran daya terbaik pada solar panel Smart Monitoring. Kemudian dapat juga memonitoring secara real time dengan terintegrasi secara Internet of Things (IoT) dengan menggunakan aplikasi Blynk. Harapan kedepannya adalah semakin banyak masyarakat yang nantinya akan mengimplementasikan EBT dari berbagai sektor demi mencapai bauran EBT 23% ditahun 2025.

#KampusMerdeka

Humas Institut Teknologi Kalimantan

Bagikan Yuk :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •