Tingkatkan Potensi Kreatif Siswa Melalui Teacher In-Service Program (TISP)

ITK News I Pengabdian Masyarakat

Balikpapan – Program Studi Matematika Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bekerjasama dengan The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengadakan Teacher In-Service Program (TISP) kepada guru-guru SMA/SMK/sederajat se-Balikpapan. Acara yang digelar pada Sabtu, 13 April 2019 bagi guru sekolah menengah mata pelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) ini diisi oleh  Dr. Eng Ayu Purwarianti, ST.,MT. dari IEEE Indonesia Education Society Chair, dan Muhfizaturrahmah, ST.,M.Eng. dari IEEE Asia Pacific Education Activities Committee. 

 

“Kami ingin membekali Bapak-Ibu guru dengan kemampuan mengajar yang bagus dan menarik, mengasah kemampuan STEM mereka, mengembangkan High Order Thinking Skills (HOTS) melalui hands-on activity yang diberikan kepada para peserta didik,” ungkap Irma Fitria, Dosen Matematika ITK sekaligus sebagai Ketua Pelaksana TISP. Kegiatan yang bertempat di Hotel Zurich Balikpapan ini diharapkan dapat membantu para guru untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar para siswa melalui metode membelajaran yang menarik dan mudah dimengerti siswa.

 

“Kami berharap guru dapat mengondisikan agar siswa-siswinya terlibat dalam pembelajaran dengan aktivitas yang hands on, di mana kita punya lesson plan yang boleh dipakai oleh semua guru, yang sudah tersedia di IEEE, sehingga bisa diterapkan kapan pun dan di mana pun,” kata Muhfizaturrahmah. Menurut Mufti semua sekolah, bukan hanya di Balikpapan, dapat menerapkan lesson plan IEEE dan mengaktifkan kegiatan-kegiatan yang menstimulus ilmu STEM di sekolahnya. Pembicara lainnya, Ayu, berpendapat bahwa program ini juga merupakan kegiatan sharing dengan guru-guru mengenai penerapan pembelajaran di sekolah-sekolah khususnya Balikpapan dan dengan tujuan salah satunya yaitu untuk mencapai 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, and Collaborative).

 

Partisipan yang merupakan guru SMA/SMK se-Balikpapan menikmati kegiatan yang diberikan dan antusias dalam membuat karya hands on berupa kincir angin dengan bahan sederhana yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. “Menurut saya kegiatan ini sangat bagus, bisa megembangkan potensi-potensi untuk lebih kreatif lagi tentang bagaimana cara kami untuk memberikan pelajaran ke anak-anak, kemudian yang saya dapatkan sejauh ini saya lebih tahu lagi bagaimana cara pembelajaran secara STEM,” kata Adi, guru SMA Harapan Bangsa. Peserta lainnya juga mengungkapkan harapan yang sama, yakni agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan.

 

“Tahun lalu saya mengikuti program serupa. Kemudian saya berpikir kalau diadakan di Balikpapan sepertinya bagus sekali dan saya coba berdiskusi dengan pihak IEEE pada waktu itu. Alhamdulillah kita mendapatkan respon positif sehingga acara ini bisa kita laksanakan di Balikpapan dengan peserta guru-guru se-kota Balikpapan,” ungkap Irma.

-end-

Irma Fitria untuk Humas ITK

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *