Detail Berita

Alumni Teknik Mesin ITK Berkarier di BUMN Perkebunan

Humas ITK 19 Agustus 2025 11.00
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus melahirkan lulusan-lulusan yang mampu beradaptasi dan berkontribusi nyata di berbagai bidang industri. Salah satunya adalah Taufiq Kresna, alumni Program Studi Teknik Mesin angkatan 2016, yang kini meniti karier di PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 sebagai Asisten Pengolahan Pabrik Karet Membang Muda.

Miniatur Indonesia dalam Kampus ITK

Bagi Kresna, masa kuliah di ITK bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan juga pengalaman hidup yang penuh makna. Ia menggambarkan ITK sebagai “miniatur Indonesia” karena keberagaman budaya, latar belakang, dan cara pandang yang mewarnai kehidupan kampus.

“Lingkungan ITK membuat saya belajar beradaptasi dengan berbagai situasi. Itu sangat berguna ketika saya harus terjun langsung ke dunia kerja, karena adaptasi adalah kunci,” ungkapnya.

Dari Teori ke Praktik di Dunia Industri

Latar belakang Teknik Mesin yang ditempuhnya di ITK ternyata sangat relevan dengan pekerjaannya sekarang. Kresna menjelaskan bahwa berbagai ilmu seperti Mekanika Fluida, Sistem Konversi Energi, hingga pemanfaatan CAD dalam perancangan flow process sangat erat kaitannya dengan bisnis pengolahan karet.

“Proses pengolahan karet memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem energi dan mekanika, dan di situlah bekal keilmuan dari ITK benar-benar terpakai,” tambahnya.

Mengelola Pabrik, Mengelola Tantangan

Sebagai Asisten Pengolahan, Kresna bertugas mengelola manajemen pengolahan produk SIR (Standard Indonesian Rubber) dan Lateks Pekat, dengan memastikan kinerja pabrik tetap optimal melalui tata kelola yang baik. Namun, tanggung jawab itu datang dengan tantangan besar. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab hukum baik pidana, perdata, maupun tata usaha negara. Selain itu, ia juga harus mampu mengembangkan kompetensi bawahannya serta menjaga kualitas pengolahan di unit pabrik.

Skill dari ITK yang Jadi Pondasi Karier

Menurut Kresna, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi pondasi utama dalam kariernya. Hardskill dari Teknik Mesin, Fisika, dan Kimia adalah bekal teknis yang sangat penting. Sementara itu, softskill yang dilatih melalui organisasi dan interaksi di kampus berperan sebagai "pelumas" agar ia bisa menjadi engineer yang adaptif di dunia kerja.

Pesan untuk Mahasiswa ITK

Di akhir ceritanya, Kresna berpesan kepada mahasiswa ITK untuk tidak melupakan esensi utama kuliah, yaitu membangun kompetensi akademik.

“Utamakan akademik dan hardskill kalian agar kompeten sesuai gelar yang akan kalian capai. Namun jangan lupa, softskill juga sangat penting. Budaya adaptif itu bukan sesuatu yang bisa dilatih hanya dalam hitungan bulan, melainkan sepanjang hidup kalian,” tuturnya.

Berita Terbaru

Example_News.webp Prestasi

Nadya Azwarelda Haryanto, Mahasiswa Aktuaria ITK Raih Wakil 1 Putri Duta Wisata Manuntung Kota Balikpapan 2026

Mahasiswa Aktuaria ITK Raih Wakil 1 Putri Duta Wisata Manuntung Kota Balikpapan 2026

Example_News.webp Program Akademik

Peluang Studi Lanjut di Jepang: PPIJ Mengajar 2026 Chapter Balikpapan Jadi Jembatan Mahasiswa ITK Menuju Pendidikan Tinggi Global

PPIJ Mengajar 2026 Chapter Balikpapan Jadi Jembatan Mahasiswa ITK Menuju Pendidikan Tinggi Global

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Mahasiswa Bisnis Digital ITK Dukung Publikasi Digital DLH Kota Balikpapan melalui Magang Keprofesian Mandiri

Ryan, Mahasiswa Bisnis Digital ITK, Optimalkan Publikasi Digital di DLH Balikpapan

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami